dr. Sukma Sahadewa : PPDB 2019 Banyak Menimbulkan Kekhawatiran

0
3
Sindoraya, Surabaya – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau kemdikbud  telah mengeluarkan aturan baru dalam Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB 2019.
Aturan baru PPDB 2019 tersebut dituang dalam Peraturan Mendikbud No. 51 Tahun 2018 tentang PPDB. Dimana, sistem Zonasi PPDB yang sudah diterapkan sejak 2018 akan semakin ketat.
Sistem zonasi dalam PPDB bertujuan untuk mempercepat pemerataan layanan dan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia dan mendekatkan anak dengan lingkungan sekolahnya.
Harapan Pemerintah dengan Aturan Zonasi diharapkan menjadi basis data dalam perumusan kebijakan yang berkaitan dengan peta sebaran distribusi guru, ketersediaan sarana prasarana dan fasilitas sekolah, termasuk wajar (wajib belajar) 12 tahun.
Sistem zonasi mempermudah pemerintah pusat dan daerah untuk memetakan dan memberikan intervensi pendidikan, baik terkait fasilitas sekolah, metode pembelajaran, maupun kualitas dan distribusi guru, sehingga dapat mempercepat pemerataan mutu pendidikan di seluruh daerah.
Namun, realita Dalam lapangan sangat sulit diterapkan karena sejumlah Wali Murid dan Calon Siswa tidak lagi mementingkan Nilai Ujian Nasional Lebih mengedepankan Jarak Rumah Tinggal dengan Sekolah (Zonasi ) sehingga berlomba-lomba mengurus Surat Pindah rumah yang dekat dengan Sekolah yang di harapkan, daripada fokus belajar untuk meraih nilai yang bagus agar bisa masuk sekolah favorit, ini menunjukkan Kemunduran sistem pemikiran dalam belajar.
Salah satunya juga dengan sistem Zonasi, siswa yang memiliki prestasi tidak mendapatkan keleluasaan untuk memilih sekolah yang diinginkan.
Sistem Zonasi menurut Sukma juga belum sempurna. Dari pendapat masyarakat, sistem ini juga dapat menimbulkan kekawatiran, diantaranya  :
1. Khawatir tidak mendapatkan fasilitas sekolah yang baik
2. Khawatir tidak mendapatkan guru yang baik
3. Khawatir tidak mendapatkan lingkungan belajar (teman-teman) yang baik
4. Khawatir anak tidak dapat belajar dengan baik
5. Khawatir gagal masuk ke perguruan tinggi negeri favorit
Maka dari itu, dirinya berharap Pemerintah dapat memperbaiki sistem ini sehingga sistem ini dapat menjadi jaminan pemerataan yang berkeadilan supaya kedepannya sistem pendidikan di Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara maju lainnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here