banner 728x250

Green House Budidaya Melon Desa Samirplapan jadi Pilot Project di Kecamatan Duduksampeyan Gresik

banner 120x600
banner 468x60

 

 

banner 325x300

Gresik, kompasnews.id – dua kali sukses panen budidaya melon, green house di Desa Samirplapan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, lebih dikembangkan. green house yang sebelumnya berukuran 8 x 15 meter diperluas menjadi 8 x 30 meter. Bahkan di sebelah timur green house lama, dibangun green house baru berukuran 8 x 12 meter.

Kepala Desa (Kades) Samirplapan, Ahmad Ja’far Shodiq menjelaskan, awalnya ide membuat green house ini adalah untuk memaksimalkan lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi produktif sehingga manfaatnya bisa berkesinambungan.

 

“Di daerah kami ini tanahnya kurang cocok untuk menanam buah-buahan. Setelah berkonsultasi dengan penyuluh pertanian, akhirnya muncul ide membuat budidaya buah melon menggunakan polybag dalam green house,” kata Ja’far Shodiq,

 

Ja’far melanjutkan sejak dibangun pada pertengahan 2023, green house dikelola oleh BUMDes Sampan Jaya, Desa Samirplapan, yang bersinergi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Gresik serta Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Gresik tersebut sudah dua kali panen. Dan saat ini memasuki persiapan musim tanam yang ketiga.

 

“Adapun manfaat lain dari green house ini adalah untuk mengembangkan BUMDes serta menggali minat bertani, khususnya bagi anak-anak muda. Bahkan green house ini juga bisa menjadi edu wisata. Banyak anak sekolah mulai PAUD hingga SMA yang berkunjung ke green house kami,” jelas Ja’far.

 

Husni Mubarak, koordinator penyuluh pertanian Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, mengatakan budidaya melon menggunakan polybag di dalam green house juga efisien tempat, tenaga dan waktu.

 

“Media tanamnya bukan tanah, tapi sabut kelapa, jadi ramah lingkungan dan hemat air. Kemudian mudah dilakukan siapa saja dan ditanam dimana saja. Dari segi pertumbuhan juga lebih cepat dan tidak mengenal musim. Hasil budidayanya terjaga dan berkualitas,” ujarnya.

 

Husni mengungkapkan berkat keberhasilan budidaya melon menggunakan polybag yang dikembangakn green house Samirplapan, kini banyak desa lain minta didampingi untuk budidaya melon dalam green house.

 

“Selain beberapa desa, ada juga sekolah yang tertarik menduplikasi program ini untuk diterapkan sebagai kegiatan siswanya,” ungkapnya.

 

Ketua KTNA Kabupaten Gresik, Hamzah Takim menuturkan, adanya green house ini telah membawa banyak manfaat bagi warga di Desa Samirplapan. Selain itu juga sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.

 

“Budidaya yang dihasilkan dari green house ini sebagai salah satu upaya untuk menjaga ketahanan pangan,” ucap Hamzah.

 

Sementara Camat Duduksampeyan, Dedy Hartadi, menambahkan budidaya melon dalam green house ini merupakan inovasi Desa Samirplapan yang patut diapresiasi karena mampu menginspirasi desa-desa lain di Kecamatan Duduksampeyan membuat green house.

 

Selain menguntungkan, green house Desa Samirplapan juga bisa menjadi tempat belajar bagi masyarakat untuk berkebun dengan cara modern.

 

“Harapan saya, ke depan setiap desa di Kecamatan Duduksampeyan bisa memiliki minimal satu green house,” harap Dedy.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *