BeritaBERITA UTAMAINVESTIGASINewsPOLRITAGUncategorized

Kurangnya Perhatian Pemkab! Warga di Sampang ini Perbaiki Jalan Dengan Minta Sumbangan Amal

×

Kurangnya Perhatian Pemkab! Warga di Sampang ini Perbaiki Jalan Dengan Minta Sumbangan Amal

Sebarkan artikel ini
Kurangnya Perhatian Pemkab! Warga di Sampang ini Perbaiki Jalan Dengan Minta Sumbangan Amal

Sampang  – Warga desa Baturasang, kecamatan Tambelangan Sampang, Madura Jawa Timur, melakukan pengaspalan jalan desa secara mandiri, dengan menggunakan anggaran swadaya.

Diprakarsai oleh Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Al-Mubarok Lanbulan Sampang, bersama Alumni dan warga secara gotong royong mengumpulkan dana pribadi untuk mengaspal jalan desa setempat, setelah berulangkali mengajukan perbaikan kepada pemerintah namun tidak ada tindaklanjut.

Salah satu tokoh masyarakat (Tomas), yang juga merupakan donatur pengaspalan swadaya, H Madut mengatakan, pengaspalan kali ini menyasar jalan Kabupaten yang menghubungkan Tambelangan ke desa Lomaer.

Menurutnya, pemilihan jalan tersebut, karena menjadi jalan alternatif antara Tambelangan dan desa Lomaer, Kabupaten Bangkalan. Disisi lain, jalan itu juga menjadi jalur lalu lintas perekonomian warga.

Baca Selengkapnya  Polres Sekadau Gelar Sholat Idul Fitri 1445 H: Semarak Silaturahmi dan Kebersamaan

” Memang selama ini, H Madut yang mengaku istrinya menjadi anggota DPRD Sampang, Sri Rustiana telah banyak membantu dan menampung aspirasi daripada keluhan masyarakat, terutama terkait perbaikan jalan yang berada di wilayah Kecamatan Tambelangan.” Ungkapnya.

Ditambahkan H Madut, proyek pengaspalan mandiri ini, seluruh anggaran berasal dari penggalangan dana terhadap alumni (PP) Al-Mubarok Lanbulan dan meminta sumbangan amal-amal terhadap warga yang melintas di lokasi Bungkak dan Lomaer.

Baca Selengkapnya  Sukseskan Program Padat Karya Tunai Desa, Sinergi Babinsa Dan Warga Terlihat Kompak.

” Dan saat ini, dirinya yang sedang berada di Kalimantan karena sebuah pekerjaan juga menyempatkan diri untuk mencarikan dana /pendonatur orang Madura yang berbeda di Kalimantan.” Kata Madut, kepada awak media, melalui telepon WhatsApp, Rabu (22/1/2025).

Sebagai warga, “saya melihatnya, yang dirasakan oleh masyarakat selama ini, bagaimana (jalan rusak) seperti pas hujan kan gak keliatan antara lubang dan jalan.

” Dari situlah, kami tergerak untuk menyelesaikan bersama-sama perbaikan /pengaspalan jalan secara mandiri ini,” imbuhnya.

Bib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten dilindungi!!