BERITA UTAMAPemerintahan

Gerak Jatim Desak Gubernur Khofifah Copot Plt. (Pelaksana Tugas) Kepala Dinas DLH Jatim. Tuding Langgar Etika ASN

×

Gerak Jatim Desak Gubernur Khofifah Copot Plt. (Pelaksana Tugas) Kepala Dinas DLH Jatim. Tuding Langgar Etika ASN

Sebarkan artikel ini
Foto : Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerak Jatim saat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur. (sindoraya.com)

Sindoraya.com, Surabaya, – Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Jawa Timur (Gerak Jatim) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur, Rabu (2/6/2025).

Aksi bertajuk Jatim Bergerak ini membawa empat tuntutan utama yang ditujukan kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Koordinator lapangan aksi, Abdul Aziz, mengatakan bahwa dua poin penting tersebut bermuara pada desakan agar Gubernur mencopot Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim, Nurkholis, yang dinilai tidak layak menjabat karena dugaan pelanggaran kode etik ASN.

Tuntutan Gerak Jatim yakni:

• Mendesak Gubernur Jatim mencopot Plt Kepala DLH yang diduga melanggar kode etik ASN saat menjabat Kepala Dinas ESDM.
• Menuntut agar Nurkholis dicopot secara permanen dari jabatan di lingkungan Pemprov Jatim.

Baca Selengkapnya  Tingkatkan Ketahanan Fisik, Prajurit Yonif 6 Marinir Laksanakan Hanmars

Aziz menegaskan bahwa Nurkholis pernah tersandung pelanggaran kode etik dan moral ASN, sehingga tidak layak menduduki jabatan strategis.

“Kami menuntut Gubernur Jatim mencopot Kepala institusi yang diduga pernah melanggar etika dan moral saat menjabat di ESDM. Ini bukan isu pribadi, tapi soal marwah institusi pemerintahan,” ujarnya.

Ia juga menilai masih banyak ASN di Jatim yang bersih dan layak diberi kepercayaan memimpin instansi strategis.

Baca Selengkapnya  Polresta Sidoarjo Beri Edukasi Anti Bullying di Sekolah Cegah Kekerasan Anak

“Jika ada ASN yang melanggar, harus dicopot. Masih banyak pejabat dengan rekam jejak baik yang pantas menjabat,” tambahnya.

Aziz menegaskan bahwa aksi ini bukan didasari kepentingan pribadi, melainkan sebagai bentuk keprihatinan terhadap
krisis etika di tubuh pemerintahan.

“Kami tidak akan tinggal diam. Ini gerakan moral untuk menyelamatkan Jawa Timur dari krisis etika pejabat publik,” tegasnya.

Gerak Jatim juga mengancam akan kembali turun ke jalan jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti.

“Kami siap menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan ini diabaikan,” pungkasnya.

 

( DIREKSI )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten dilindungi!!