Sindoraya.com, Tanjung Perak, – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali terjadi di Surabaya. Kali ini, sepeda motor yang diparkir di teras rumah tetap menjadi sasaran pelaku. Peristiwa tersebut dialami AMR (27), warga Jalan Tambak Wedi, Surabaya.
Kejadian itu berlangsung pada Senin malam (5/1/2026). Saat itu, motor milik korban hampir dibawa kabur oleh MDS (22). Namun, upaya pelaku gagal setelah aksinya dipergoki langsung oleh pemilik kendaraan.
Pelaku diketahui merupakan warga Jalan Tambak Wedi Baru Barat, Surabaya. Ia tertangkap basah ketika sedang mendorong sepeda motor keluar dari teras rumah korban. Melihat hal tersebut, korban langsung berteriak dan dibantu warga sekitar untuk mengamankan pelaku.
Sementara itu, Kapolsek Kenjeran Kompol Yuyus Andriastanto melalui Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, membenarkan penangkapan tersebut.
“Pelaku dan barang bukti sudah kami amankan. Saat ini, kasusnya masih dalam tahap penyidikan,” ujar Iptu Suroto, Selasa (20/1/2026).
Sebelumnya, korban baru saja pulang kerja dan memarkir sepeda motornya di teras rumah. Setelah itu, korban masuk ke dalam rumah untuk beristirahat. Namun, kunci kendaraan masih tertinggal menempel di motor.
Sekitar pukul 19.30 WIB, korban melihat lampu sepeda motornya menyala dari arah belakang rumah. Awalnya, ia mengira motor tersebut digunakan oleh adiknya. Oleh karena itu, korban sempat tidak menaruh curiga.
Namun, dugaan itu langsung berubah. Saat keluar rumah, korban mendapati seorang pria tak dikenal sedang mendorong sepeda motornya ke luar halaman. Menyadari hal tersebut, korban segera menangkap pelaku.
Pada saat yang sama, petugas kepolisian yang tengah berpatroli melihat adanya keributan di lokasi. Petugas kemudian mengamankan tersangka untuk mencegah amukan massa.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, MDS mengaku beraksi seorang diri. Selain itu, polisi mengungkap bahwa pelaku merupakan residivis kasus pencurian.
“Yang bersangkutan pernah terlibat kasus pencurian handphone dan sempat ditahan di Polsek Genteng. Saat ini, kami masih mengembangkan kemungkinan lokasi kejadian lain,” pungkas Iptu Suroto.
Samsul A.












