Sindoraya.com, Banyuwangi, – Warga Banyuwangi memergoki aksi penarikan kabel jaringan yang diduga melibatkan oknum yang mengaku sebagai pihak PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Peristiwa itu langsung memicu tanda tanya di lingkungan setempat.
Saat aktivitas berlangsung, warga segera mendatangi lokasi dan meminta penjelasan. Namun, ketika warga meminta ID card atau surat tugas resmi, para pelaku tidak dapat menunjukkannya. Karena itu, kecurigaan pun semakin menguat.
Selain tidak membawa identitas, para pelaku juga tidak melakukan sosialisasi sebelumnya. Bahkan, mereka tidak berkoordinasi dengan pengurus RT maupun RW. Padahal, biasanya setiap pekerjaan jaringan melibatkan pemberitahuan resmi kepada lingkungan sekitar.
“Kalau memang resmi dari Telkom, seharusnya petugas menunjukkan ID card dan surat tugas. Selain itu, mereka wajib koordinasi dengan RT atau RW,” ujar salah satu warga.
Di sisi lain, sejumlah saksi melihat aktivitas penarikan kabel terus berjalan meski warga mempertanyakan legalitasnya. Akibatnya, sebagian warga menduga aksi tersebut bukan sekadar pemeliharaan jaringan. Bahkan, dugaan mengarah pada potensi vandalisme atau pencurian kabel.
Sementara itu, beredar informasi bahwa kegiatan tersebut sudah “dibackup internal”. Meski demikian, hingga kini manajemen Telkom belum memberikan keterangan resmi.
Publik pun menuntut jawaban yang jelas. Pertama, apakah benar ada kegiatan resmi penarikan kabel di lokasi tersebut? Kedua, siapa vendor atau kontraktor yang bertugas? Ketiga, mengapa petugas tidak menunjukkan identitas saat warga meminta klarifikasi?
Sebagai BUMN strategis, Telkom memiliki tanggung jawab menjaga transparansi. Oleh sebab itu, klarifikasi terbuka sangat penting untuk mencegah spekulasi liar.
Jika ada oknum yang mencatut nama perusahaan, manajemen harus segera menindak tegas. Sebaliknya, jika kegiatan tersebut resmi, Telkom perlu menjelaskan prosedur dan dasar hukumnya kepada publik.
Hingga saat ini, tim redaksi media Sindoraya.com terus berupaya menghubungi pihak Telkom Banyuwangi guna memperoleh penjelasan resmi dan berimbang. Redaksi juga membuka ruang hak jawab sesuai kaidah jurnalistik.
( Redaksi )












