Sindoraya.com, Gresik, – Polres Gresik melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) terus memperkuat edukasi tertib berkendara dalam rangka Operasi Keselamatan Semeru 2026. Kali ini, jajaran kepolisian menggelar program Polantas Menyapa bersama driver ojek online (ojol) di Warkop Exceed Underpass GKB, Selasa (10/2/2026).
Melalui konsep ngopi bareng, Satlantas Polres Gresik membuka ruang dialog santai namun produktif dengan para pengemudi. Selain membangun kedekatan, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya keselamatan lalu lintas.
Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia hadir bersama Kanit Kamsel Ipda Andreas Dwi Anggoro, Kanit Gakkum Iptu Achmad Andri Aswoko, serta Kanit Turjagwali Ipda Yoyok Subagya.
Menurut AKP Nur Arifin, komunitas ojol memegang peran strategis dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas.
“Driver ojol merupakan mitra strategis kami di lapangan. Karena itu, kami mengajak rekan-rekan ojol untuk bersama-sama mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman dan nyaman di wilayah hukum Polres Gresik,” tegasnya.
Selain membahas regulasi lalu lintas, petugas juga memberikan edukasi tentang teknik safety riding. Dengan demikian, para pengemudi dapat memahami cara berkendara yang aman serta bertanggung jawab.
Selanjutnya, perwakilan Jasa Raharja Kabupaten Gresik memaparkan hak perlindungan asuransi kecelakaan bagi pengguna jalan. Penjelasan tersebut membantu peserta memahami prosedur klaim dan manfaat perlindungan yang tersedia.
Di sisi lain, manajemen Gojek area Surabaya Raya turut memperkuat komitmen keselamatan. Mereka menyelaraskan kebijakan layanan agar sejalan dengan upaya menciptakan transportasi yang aman dan berkeselamatan.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, Satlantas Polres Gresik menyerahkan helm berstandar nasional Indonesia (SNI) kepada perwakilan driver ojol. Langkah ini menegaskan bahwa keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di jalan raya.
Melalui pendekatan humanis tersebut, Polres Gresik berharap dapat menekan angka pelanggaran sekaligus menurunkan risiko kecelakaan lalu lintas selama Operasi Keselamatan Semeru 2026 berlangsung.
Samsul A.












