BERITA UTAMAPeristiwa

Tragis! Balita Meninggal Dunia Akibat Ledakan Septic Tank di Pamekasan Saat Bermain

×

Tragis! Balita Meninggal Dunia Akibat Ledakan Septic Tank di Pamekasan Saat Bermain

Sebarkan artikel ini
Petugas polisi melakukan olah TKP ledakan septic tank di Pamekasan yang menyebabkan balita meninggal dunia
Foto : Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi ledakan septic tank di Pamekasan yang menyebabkan seorang balita meninggal dunia saat bermain. (sindoraya.com)

Sindoraya.com, Pamekasan – Duka menyelimuti warga Dusun Gunung Tangis, Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, setelah seorang balita berinisial AAF (4) meninggal dunia akibat ledakan septic tank, Selasa (17/03/2025) siang.

Peristiwa itu terjadi saat korban bermain bersama teman-temannya di belakang rumah warga. Saat itu, anak-anak diduga menuangkan bensin ke dalam lubang septic tank, lalu menyulut api.

Akibatnya, gas di dalam tangki memicu ledakan hebat. Penutup beton pun terlempar dan menghantam tubuh korban hingga mengalami luka serius.

Sementara itu, ayah korban, Moh. Jalil (30), langsung berlari ke lokasi setelah mendengar teriakan warga. Ia kemudian membawa korban ke Puskesmas Palengaan untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Baca Selengkapnya  Sambut Ramadhan 1447 H, Turnamen Bola Volly Dandim Cup I 2026 Siap Digelar

Namun demikian, kondisi korban terus menurun. Petugas medis kemudian merujuk korban ke RSUD Pamekasan pada pukul 18.00 WIB. Meski tim medis telah berupaya maksimal, korban akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 19.00 WIB.

Kasihumas Polres Pamekasan, IPDA Yoni Evan Pratama, menjelaskan kronologi kejadian tersebut berdasarkan laporan dari Polsek Palengaan.

“Anak-anak diduga menuangkan bensin ke dalam septic tank, lalu menyulutnya dengan api. Hal itu memicu ledakan gas di dalam tangki hingga penutup beton terlempar dan mengenai korban,” ujarnya.

Selanjutnya, petugas dari Polsek Palengaan bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Pamekasan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, seperti dua botol bekas bensin, serpihan pipa paralon, serta pecahan beton penutup septic tank.

Baca Selengkapnya  Kasus Sengketa Lahan di Blega Bangkalan, Kini Memasuki Babak Baru

Di sisi lain, IPDA Yoni Evan menegaskan bahwa pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Bahkan, orang tua korban telah membuat surat pernyataan untuk tidak melanjutkan proses hukum serta menolak autopsi.

“Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di area yang berpotensi berbahaya,” tambahnya.

Dengan demikian, kepolisian berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama di lingkungan yang memiliki risiko ledakan atau bahan mudah terbakar.

 

Samsul A.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten dilindungi!!