Sindoraya.com, Surabaya, – Penyaluran bantuan sosial dari Yayasan Buddha Tzu Chi di Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Surabaya, memunculkan pertanyaan dari sejumlah warga. Pasalnya, beberapa warga yang namanya masuk dalam daftar penerima justru tidak menerima kupon pengambilan bantuan.
Salah satu warga yang menyampaikan keluhan adalah Luki Tarini, warga Tanah Merah 4 Gang Sawi No. 9A, RT 09 RW 04, Kelurahan Tanah Kali Kedinding. Ia mengaku panitia mencantumkan namanya sebagai penerima bantuan, namun ia tidak memperoleh kupon yang menjadi syarat pengambilan.
Menurut informasi yang beredar di lingkungan warga, sebelumnya tim terkait telah melakukan survei calon penerima bantuan pada Jumat (6/3/2026). Selain itu, ketua RT setempat juga telah mengusulkan sejumlah nama warga yang dinilai layak menerima bantuan sosial.
Namun demikian, ketika hari pembagian bantuan berlangsung, Luki tidak mendapatkan kupon maupun bantuan. Padahal, warga sekitar menyebut namanya termasuk dalam daftar penerima bantuan yang disiapkan panitia.
Sementara itu, Lurah Tanah Kali Kedinding, Anggoro Himawan, menjelaskan bahwa pihak kelurahan hanya mengusulkan nama warga. Selanjutnya, panitia dari Yayasan Buddha Tzu Chi mengatur mekanisme pembagian bantuan.
“Pihak Buddha Tzu Chi yang mengatur. Kami hanya memberikan nama-namanya saja,” ujar Anggoro melalui pesan WhatsApp, Minggu (8/3/2026).
Selain itu, Anggoro menegaskan bahwa warga yang tidak memperoleh kupon pada hari pembagian tidak dapat mengambil bantuan tersebut.
“Kalau tidak dapat hari ini ya berarti tidak dapat,” jelasnya.
Ketika wartawan menanyakan kemungkinan pengambilan bantuan pada hari lain dengan menunjukkan KTP dan Kartu Keluarga, Anggoro kembali menegaskan bahwa hal tersebut tidak memungkinkan. Menurutnya, panitia sudah menyalurkan seluruh bantuan kepada penerima yang hadir.
“Sudah tidak bisa, mungkin sudah diberikan kepada yang lain,” tambahnya.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah warga mulai mempertanyakan transparansi dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial. Apalagi, terdapat nama warga yang tercantum dalam daftar penerima bahkan disebut telah menerima bantuan, sementara yang bersangkutan mengaku tidak pernah menerima kupon maupun bantuan.
Oleh karena itu, warga berharap panitia pembagian maupun pihak Yayasan Buddha Tzu Chi dapat memberikan klarifikasi. Dengan demikian, penyaluran bantuan sosial ke depan dapat berjalan lebih transparan, adil, dan tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Di sisi lain, Anggoro juga menyampaikan bahwa jika ke depan terdapat bantuan dari BAZNAS, pihak kelurahan akan kembali mengusulkan warga yang belum mendapatkan bantuan.
Meski demikian, situasi ini tetap menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Warga berharap pihak terkait segera menjelaskan mekanisme distribusi bantuan dan proses pembagian kupon, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.
( Tim/red )












