Sindoraya.com, Surabaya, – Aksi geng motor memicu kekerasan di Jalan Dupak, Surabaya, saat malam takbiran Idulfitri 1447 H, Sabtu (21/3/2026) dini hari. Akibatnya, dua remaja mengalami luka setelah sekelompok pelaku menyerang mereka secara tiba-tiba.
Peristiwa itu terjadi ketika kedua korban melintas sepulang dari silaturahmi. Namun, saat berada di lokasi kejadian, para pelaku langsung memepet dan menghentikan laju motor korban.
Menurut M. Jufri, orang tua salah satu korban, menjelaskan bahwa enam pelaku datang dengan dua sepeda motor. Selanjutnya, mereka menendang kendaraan korban hingga kehilangan kendali.
“Pelakunya enam orang, naik dua motor. Mereka menendang keponakan saya, lalu langsung menyerang anak saya pakai senjata tajam,” jelasnya.
Akibat serangan tersebut, pelaku membacok punggung korban hingga mengalami luka cukup panjang. Sementara itu, pelaku lain memukul kepala korban kedua menggunakan balok kayu setelah korban terjatuh.
“Anak saya luka sekitar 10 sentimeter di punggung. Selain itu, keponakan saya dipukul pakai kayu, tetapi helm melindungi kepalanya,” tambahnya.
Tak lama kemudian, kedua korban berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar segera datang dan membantu mengevakuasi korban dari lokasi kejadian.
Setelah itu, keluarga langsung membawa korban ke RS Surabaya Medical Service untuk mendapatkan perawatan medis.
Jufri menegaskan bahwa tidak ada konflik sebelumnya. Oleh karena itu, ia menduga pelaku melakukan penyerangan secara acak.
Sementara itu, Kapolsek Bubutan Kompol Sandi Putra membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut korban melaju dari arah PGS ke barat, lalu pelaku datang dari arah berlawanan dan melawan arus.
“Kami langsung ke lokasi dan melakukan olah TKP. Pelaku menyerang dengan senjata tajam dan kayu,” jelasnya.
Saat ini, polisi terus menyelidiki kasus tersebut. Selain itu, petugas juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi, meski pencahayaan jalan terbatas.
Di sisi lain, polisi masih mendalami motif penyerangan. Bahkan, kasus ini kini menjadi perhatian khusus Kapolrestabes Surabaya dan Satreskrim untuk segera mengungkap pelaku.
Samsul A.












