Sindoraya.com, Surabaya, – Si jago merah mengamuk dan melahap dua rumah usaha konveksi di kawasan padat penduduk Jalan Sidoyoso II Gang 3, Simokerto, Senin (16/3/2026) dini hari. Akibatnya, para petugas pemadam kebakaran harus bekerja keras menembus akses gang yang sangat terbatas.
Kepala Bidang Pemadaman DPKP (Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan) Kota Surabaya, M. Rokhim, menjelaskan bahwa warga melaporkan kejadian tersebut pada pukul 00.54 WIB. Oleh karena itu, petugas segera mengerahkan unit pemadam menuju lokasi rumah konveksi tersebut.
“Setelah menerima laporan, unit langsung berangkat pukul 00.55 WIB dan tiba di tempat kejadian pukul 00.58 WIB. Unit tempur dari Rayon 2 Tambakrejo segera melakukan upaya pemadaman pertama,” jelas Rokhim.
Kendala Akses dan Strategi Pemadaman
Namun, proses pemadaman ini tidak berjalan mudah bagi tim di lapangan. Hal ini terjadi karena gang yang sempit menghalangi mobil pemadam berukuran besar untuk mendekati titik api.
Oleh sebab itu, petugas terpaksa mengandalkan unit kecil dan menarik selang air yang panjang dari ujung gang. Selain itu, sebanyak 11 unit mobil pemadam dan 6 unit tim rescue bekerja sama mengendalikan situasi dengan bantuan suplai air dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Selanjutnya, Rokhim menambahkan bahwa api menghanguskan bangunan seluas 14 x 15 meter milik Hoo Giok Liang. Selain itu, kobaran api juga sempat merembet ke rumah tetangga milik Darsono yang memiliki luas sekitar 7 x 15 meter.
Detail Lokasi dan Kronologi Pemadaman
Berdasarkan data resmi, dua rumah yang menyatu tersebut merupakan milik Hoo Giok Liang di Jalan Sidoyoso II Gang 3 Nomor 14. Sementara itu, satu rumah lainnya adalah milik Darsono yang beralamat di nomor 16 kawasan yang sama.
Setelah hampir satu jam melawan api, petugas akhirnya berhasil memadamkan api pokok sekitar pukul 01.43 WIB. Kemudian, tim melanjutkan proses pembasahan hingga pukul 03.03 WIB untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa.
Sebagai informasi tambahan, pemilik menggunakan bangunan tersebut sebagai tempat usaha konveksi setiap harinya. Biasanya, para pekerja menjalankan aktivitas produksi hanya pada pagi hingga siang hari saja.
Penyebab Kebakaran dan Dampak
Untungnya, insiden ini tidak memakan korban jiwa sama sekali. Hal ini dikarenakan tidak ada pekerja maupun penghuni di dalam bangunan saat kebakaran hebat tersebut berlangsung.
Terakhir, petugas menduga kuat bahwa korsleting listrik menjadi pemicu utama munculnya api. Proses penanganan ini melibatkan sinergi antara DPKP Kota Surabaya, BPBD, PLN, Posko Terpadu Kedung Cowek, serta Dinas Lingkungan Hidup.
Samsul A.












