Peristiwa

Nahas di Pantura Situbondo: Bus Tabrak Truk Saat Menyalip, 2 Tewas dan 1 Kritis

×

Nahas di Pantura Situbondo: Bus Tabrak Truk Saat Menyalip, 2 Tewas dan 1 Kritis

Sebarkan artikel ini
Bus mengalami kerusakan parah usai kecelakaan dengan truk di jalur Pantura Desa Klatakan, Kendit, Situbondo, Selasa dini hari.
Foto : Kondisi bus ringsek setelah terlibat kecelakaan dengan truk di jalur Pantura Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Situbondo, yang menewaskan dua orang dan menyebabkan satu korban kritis. (sindoraya.com)

Sindoraya.com, Situbondo, – Kecelakaan maut terjadi di jalur Pantura, tepatnya di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 03.10 WIB. Peristiwa ini menyebabkan dua orang meninggal dunia, satu korban kritis, serta beberapa korban lain mengalami luka ringan.

Bus penumpang bernopol S 7436 UN milik PT Graha Tirta Mojokerto bertabrakan dengan truk bernopol L 8854 VK. Saat kejadian, kondisi lalu lintas terpantau lengang karena masih dini hari. Namun, benturan keras tetap terjadi dan mengakibatkan kerusakan berat pada kedua kendaraan.

Menurut saksi mata Ferianto (45), tabrakan berlangsung sangat keras hingga menimbulkan korban jiwa di lokasi kejadian. Sopir truk tronton dan seorang anak yang merupakan keponakannya meninggal dunia akibat luka parah. Sementara itu, istri sopir truk mengalami kondisi kritis, sedangkan dua anak lainnya menderita luka ringan.

Baca Selengkapnya  Polda Jatim Berhasil Ungkap 1.757 Kasus Narkoba dan Sita Aset Rp 30,1 Miliar Dari Jaringan TPPU

“Dua korban meninggal dunia di lokasi. Selain itu, satu korban dalam kondisi kritis dan seluruh korban langsung mendapat perawatan di rumah sakit,” ujar Ferianto.

Selain korban dari pihak truk, sopir bus juga mengalami luka serius berupa patah tulang kaki setelah terjepit kemudi. Meski demikian, sebanyak 47 penumpang bus selamat. Setelah itu, perusahaan segera memindahkan para penumpang ke armada pengganti agar perjalanan tetap berlanjut.

“Seluruh penumpang bus selamat dan langsung melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan pengganti. Namun, sopir bus mengalami patah tulang kaki,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Situbondo AKP Nanang Hendra Irawan menjelaskan kronologi sementara berdasarkan hasil olah TKP. Awalnya, bus melaju dari arah barat kemudian berusaha menyalip kendaraan di depannya dengan mengambil jalur kanan pada marka jalan yang menyambung.

Baca Selengkapnya  Satgas Pemberantasan Premanisme Polda Jatim Berhasil Ungkap 1.198 Kasus Dalam Ops Pekat II Semeru 2025

Pada saat yang sama, truk melaju dari arah berlawanan. Diduga, pengemudi truk berada di posisi tengah jalan karena hendak menepi menuju warung di sisi kanan jalan. Akibat jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan keras pun tidak terhindarkan.

“Bus mengambil jalur kanan untuk menyalip. Namun, dari arah berlawanan muncul truk yang diduga hendak menepi. Karena itu, dugaan sementara sopir bus memaksakan menyalip saat kondisi tidak memungkinkan,” jelas AKP Nanang.

Saat ini, Unit Laka Lantas Polres Situbondo terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Selain itu, petugas telah mengamankan lokasi kejadian serta mengumpulkan keterangan saksi guna memperkuat proses penyidikan.

“Kami masih mendalami penyebab kecelakaan dan meneliti kemungkinan adanya unsur kelalaian,” pungkasnya. 

 

Samsul A.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten dilindungi!!