Sindoraya.com, Mojokerto, – Warga kembali menyoroti aktivitas sejumlah warung remang-remang di kawasan Jalan Ideal, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar. Hal ini terjadi karena beberapa pemilik warung diduga tetap mengoperasikan usahanya pada malam hari selama bulan suci Ramadan. Senin dini hari, (9/3/2026).
Dugaan Praktik Terlarang di Lokasi
Berdasarkan pantauan di lokasi, beberapa bangunan tampak menyalakan lampu redup pada malam hari. Selain itu, sejumlah pengunjung terlihat datang dan pergi dari area warung tersebut secara bergantian.
Di sisi lain, warga sekitar juga membagikan informasi penting kepada awak media. Mereka mencurigai adanya aktivitas penjualan minuman keras dan keberadaan sejumlah perempuan yang menemani para pengunjung.
Keresahan Masyarakat Selama Ramadan
Oleh karena itu, kondisi ini menimbulkan kekhawatiran yang cukup besar di kalangan masyarakat. Warga menilai aktivitas hiburan malam tersebut sangat tidak sejalan dengan kesucian bulan Ramadan yang penuh ibadah.
Oleh sebab itu, warga sangat berharap pemerintah daerah segera melakukan penertiban secara tegas. Melalui langkah tersebut, masyarakat ingin lingkungan tetap kondusif agar mereka dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang.
Desakan Tindakan kepada Bupati
Selain itu, perhatian warga juga tertuju kepada Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra. Masyarakat meminta sang Bupati segera menginstruksikan instansi terkait untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan.
Selanjutnya, warga juga mendesak agar Kepala Satpol PP Kabupaten Mojokerto, Edy Taufiq, meningkatkan pengawasan. Menurut warga, pengawasan yang lebih intensif menjadi kunci utama agar pelaku usaha mematuhi peraturan daerah.
Peran Aparat Penegak Hukum
Tidak hanya itu, warga juga mengharapkan aparat kepolisian setempat melakukan pemantauan rutin. Dengan pengawasan bersama, masyarakat yakin pihak berwenang dapat segera menindak potensi pelanggaran yang terjadi.
Menurut sejumlah sumber, aktivitas warung remang-remang di kawasan Jalan Ideal tersebut sebenarnya sudah berlangsung lama. Bahkan, kegiatan tersebut terus berjalan hingga memasuki bulan Ramadan tahun ini.
Harapan Ketertiban Lingkungan
Karena itu, warga mulai mempertanyakan efektivitas pengawasan dari pihak terkait. Mereka berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum segera menindaklanjuti persoalan sosial tersebut.
Pada akhirnya, masyarakat menginginkan ketertiban lingkungan tetap terjaga melalui pengawasan yang lebih ketat. Warga mendambakan suasana Ramadan di wilayah tersebut berlangsung lebih aman, nyaman, dan juga kondusif.
Sementara itu, awak media masih terus berupaya menghubungi aparat penegak hukum serta instansi terkait. Langkah ini bertujuan untuk mendapatkan keterangan resmi mengenai aktivitas warung remang-remang di kawasan tersebut.
( Tim/red )












