Uncategorized

Polisi Intel Dikeroyok di Surabaya, 3 Pelaku Ditangkap 1 DPO

×

Polisi Intel Dikeroyok di Surabaya, 3 Pelaku Ditangkap 1 DPO

Sebarkan artikel ini

Sindoraya.com, Surabaya, – Kelompok pelaku kekerasan jalanan kembali mengusik ketenangan warga Kota Surabaya. Kali ini, mereka mengeroyok seorang anggota intel Polsek Mulyorejo berinisial H hingga terluka. Insiden tersebut terjadi di depan SPBU Kenjeran pada Minggu sore (27/4/2026). Padahal, korban saat itu tengah menjalankan tugas kedinasan di lapangan.

​Kejadian anarkis di lokasi ramai ini seketika mengejutkan para pengguna jalan. Menurut informasi yang beredar, para pelaku menyerang korban secara brutal di kawasan yang padat lalu lintas. Oleh karena itu, aksi nekat ini memicu ketakutan publik yang mendalam. Masyarakat menilai para pelaku kini semakin berani menyerang aparat penegak hukum secara terang-terangan.

“Kalau anggota polisi saja berani dikeroyok, bagaimana dengan masyarakat biasa? Ini sangat meresahkan,” ujar seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Serangan Terhadap Petugas yang Sedang Berdinas

​Pihak kepolisian memberikan perhatian sangat serius terhadap kasus pengeroyokan ini. Hal tersebut terjadi karena korban merupakan personel aktif yang sedang mengemban kewajiban negara. Selain itu, serangan ini menjadi ancaman nyata bagi stabilitas keamanan wilayah. Tindakan tersebut juga merupakan bentuk perlawanan terbuka terhadap otoritas hukum di Indonesia.

​Namun, Kanit Intel Polsek Mulyorejo Ipda Dian Purwa belum bersedia membeberkan kronologi kejadian secara mendalam. Ia hanya meminta awak media agar segera menemui pimpinan kepolisian sektor secara langsung. Kemudian, ia menyarankan wartawan untuk datang ke kantor guna mendapatkan informasi yang lebih valid.

Baca Selengkapnya  Yazid Fahmi Soroti Banyaknya Masalah Strategis Di Era Aulia-Mansyah:Kita Harus Ganti Pemimpin

“Langsung saja ke Bu Kapolsek mas, langsung saja datang ke kantor,” ujarnya singkat melalui sambungan telepon, Kamis (30/4/2026).

Tim Reskrim Ringkus Tiga Orang Pelaku

​Selanjutnya, Kanit Reskrim Polsek Mulyorejo AKP Djoko Soesanto membenarkan bahwa anggotanya telah bergerak cepat. Tim berhasil mengamankan tiga orang pria yang diduga kuat sebagai pelaku utama. Ketiga orang tersebut masing-masing memiliki inisial E, R, serta S.

“Benar mas, kita sudah mengamankan tiga orang berinisial E, R, dan S. Setelah tiga pelaku ini kita periksa, mengerucut empat orang, satu masih DPO. Jadi bukan berjumlah 10 orang, melainkan empat orang,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp.

​Polisi juga mengklarifikasi bahwa jumlah total pelaku sebenarnya hanya empat orang, bukan sepuluh. Saat ini, petugas telah menangkap tiga orang dan sedang menginterogasi mereka secara intensif. Di sisi lain, polisi masih memburu satu pelaku lagi yang kini berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Baca Selengkapnya  Pencurian Kabel Telkom Kian Marak, Aksi di Kedurus Surabaya Diduga Dikomandoi Sosok Misterius Berinisial M

Tuntutan Penegakan Hukum yang Transparan

​Tragedi pengeroyokan ini menjadi sinyal bahaya bagi kondisi keamanan di Surabaya. Kekerasan terhadap petugas yang sedang bertugas merupakan tindak pidana yang sangat berat. Oleh sebab itu, kejadian ini menjadi tantangan besar bagi wibawa institusi kepolisian di mata publik.

​Masyarakat pun menuntut agar polisi segera menuntaskan kasus ini dengan transparan dan adil. Penanganan hukum yang cepat sangat penting untuk memulihkan kepercayaan warga. Tujuannya adalah agar para pelaku kekerasan jalanan tidak lagi memiliki ruang untuk beraksi.

“Jangan sampai pelaku pengeroyokan terhadap aparat dibiarkan bebas berkeliaran. Negara tidak boleh kalah oleh aksi kekerasan jalanan,” tegas warga lainnya.

​Hingga saat ini, Kapolsek Mulyorejo AKP Desy Ratnasari belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini. Pesan konfirmasi yang masuk pada Rabu (30/4/2026) pun belum mendapatkan respons dari beliau. Meskipun demikian, awak media terus berupaya meminta keterangan tambahan mengenai perkembangan kasus.

​Peristiwa pilu ini menambah daftar panjang kasus kekerasan di jalanan Surabaya. Publik kini menanti langkah tegas kepolisian untuk meringkus sisa pelaku yang masih bersembunyi. Keamanan seluruh masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama bagi aparat penegak hukum.

 

( Tim/red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten dilindungi!!