Peristiwa

Diduga Tabung LPG Ilegal Meledak di Kapas Madya Surabaya, Dua Warga Alami Luka Bakar Serius

×

Diduga Tabung LPG Ilegal Meledak di Kapas Madya Surabaya, Dua Warga Alami Luka Bakar Serius

Sebarkan artikel ini

Sindoraya.com, Surabaya, – Ledakan keras yang berasal dari tabung LPG mengguncang pemukiman Kapas Madya Gang 1 B, Surabaya, Selasa (31/3/2026). Peristiwa ini terjadi pada pukul 16.00 WIB dan mengakibatkan dua warga menderita luka bakar yang sangat serius.

​Korban utama, Yudi Setiawan, menderita luka bakar pada bagian wajah, tangan, dan sebagian besar tubuhnya. Selain itu, sambaran api juga melukai wajah Kenzo Moreno Usu Baihaqi yang saat itu berada di lokasi kejadian.

Proses Evakuasi dan Penanganan Medis

​Awalnya, tim medis memberikan perawatan darurat kepada kedua korban di RS Dr. Soewandi Surabaya. Namun kemudian, pihak dokter merujuk mereka ke RS Asrama Haji Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih intensif. Di rumah sakit tersebut, tim medis segera melakukan operasi besar guna mencegah infeksi serta memperbaiki jaringan kulit yang rusak.

​Kejadian ini bermula ketika Yudi baru saja pulang dari tempat kerjanya. Tiba-tiba, ia menerima permintaan tolong untuk memperbaiki tabung LPG yang mengeluarkan suara mendesis atau “ngowos”. Yudi segera melepas regulator dan melihat kepulan asap putih keluar dari tabung yang bocor tersebut.

Baca Selengkapnya  Temuan Bukti Baru, Ahli Waris Mat Saleh Amin Adukan Penanganan Kasus Sengketa Tanah ke Propam

​Selanjutnya, ledakan hebat terjadi saat korban berusaha membuka katup tabung untuk membuang sisa gas. Akibatnya, api langsung menyambar tubuh Yudi dan menjalar hingga ke luar rumah sehingga warga sekitar menjadi panik.

Kesaksian Keluarga dan Warga Sekitar

​Sebelum kejadian, ibu korban sebenarnya sudah mencium bau gas yang sangat menyengat dari dalam rumah. Oleh karena itu, ia segera berlari keluar sambil menggendong cucunya untuk menyelamatkan diri. Tindakan cepat ini akhirnya berhasil menghindarkan mereka dari risiko ledakan yang lebih besar.

​Di sisi lain, para tetangga juga merasakan aroma gas yang sangat kuat sebelum ledakan itu pecah. Akibatnya, banyak warga yang mengaku sudah menaruh curiga sejak awal terhadap kondisi tabung tersebut.

Dugaan Peredaran Tabung Gas Ilegal

​Menurut informasi yang terkumpul, warga membeli tabung LPG tersebut dengan harga yang sangat murah, yaitu sekitar Rp18.000 saja. Oleh sebab itu, warga menduga bahwa tabung-tabung ini berasal dari jaringan peredaran yang tidak resmi. Bahkan, muncul dugaan bahwa oknum tertentu mengambil tabung dari lingkungan kerja di Pertamina sebagai pengganti uang makan.

Baca Selengkapnya  Kebakaran Hebat Landa Pegirian Semampir Surabaya, Puluhan KK Kehilangan Tempat Tinggal

“Awalnya hanya ada beberapa tabung murah yang dijual. Namun sekarang jumlahnya semakin banyak, bahkan seperti tengkulak. Menurut kami, kondisi ini berbahaya karena tabung sering bermasalah dan mengeluarkan suara ngowos,” ujar seorang warga.

​Saat ini, pihak kepolisian dan Pertamina tengah menyelidiki dugaan praktik peredaran LPG ilegal di wilayah tersebut. Selain itu, aparat meminta masyarakat agar tidak tergiur harga murah dan selalu membeli gas melalui agen resmi demi keamanan.

​Tentunya, peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar selalu waspada dalam memilih produk gas. Sebab, penggunaan LPG ilegal tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga mengancam nyawa manusia akibat resiko kebakaran.

 

( Tim/red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten dilindungi!!