BERITA UTAMAHukum & Kriminal

Warga Desa Tiron Kembali Demo, Tuntut Transparansi Tukar Guling TKD Proyek Tol

×

Warga Desa Tiron Kembali Demo, Tuntut Transparansi Tukar Guling TKD Proyek Tol

Sebarkan artikel ini

Sindoraya.com, Kediri, – Gelombang protes warga Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, kembali menguat. Ratusan warga Desa Tiron demo tukar guling TKD di depan Kantor Desa, Senin (5/1/2026), menuntut keterbukaan dan kejujuran atas penggunaan Tanah Kas Desa (TKD) untuk Proyek Strategis Nasional Jalan Tol Kediri–Tulungagung.

Sejak pukul 09.00 WIB, massa mengepung kantor desa sambil membentangkan spanduk dan poster bernada protes. Warga menilai proses tukar guling TKD dilakukan tertutup, elitis, dan minim pelibatan masyarakat desa.

Kekecewaan warga memuncak saat mediasi di balai desa dinilai tidak menghasilkan jawaban substantif. Perwakilan warga yang hadir bersama Kepala Desa Tiron, Ina Rahayu, serta unsur Polsek dan Koramil Banyakan, menilai pertemuan tersebut hanya formalitas.

Baca Selengkapnya  Tata Kelola Dan Penerapan Kerangka Kerja Logis, Kunci Penting Lawan Stunting

Koordinator aksi, Darwiji (67), menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk perlawanan atas sikap pemerintah desa yang dinilai tidak transparan.

“Kami minta ganti yang layak, harga jelas, dan lokasi pantas. Tapi sampai hari ini data tidak pernah dibuka. Ini tanah kas desa, aset publik, bukan milik pribadi,” tegas Darwiji.

Ia juga membantah anggapan bahwa warga menolak pembangunan jalan tol.

“Kami tidak menolak proyek tol. Tapi jangan pembangunan dijalankan dengan mengorbankan hak rakyat dan mengaburkan aset desa,” tambahnya.

Menanggapi tuntutan warga, Kepala Desa Tiron Ina Rahayu kembali menyatakan bahwa proses tukar guling TKD telah sesuai prosedur. Ia menyebut adanya appraisal dari KJPP/KJBP serta keterlibatan Pemkab Kediri, BPN, hingga Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca Selengkapnya  PDFMI Pastikan Afif Maulana Meninggal Dunia Karena Terjatuh, Bukan Penganiayaan

Namun klaim tersebut justru memunculkan pertanyaan lanjutan dari warga. Mereka mempertanyakan mengapa dokumen tukar guling, nilai appraisal, serta peta bidang tanah tidak dibuka ke publik.

Fakta bahwa aksi warga Desa Tiron demo tukar guling TKD ini telah berlangsung hingga tiga kali dinilai sebagai indikator serius krisis kepercayaan terhadap pemerintah desa.

Warga menegaskan, tukar guling Tanah Kas Desa bukan persoalan administratif semata, melainkan menyangkut aset desa lintas generasi dan masa depan ekonomi masyarakat.

 

Samsul A.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten dilindungi!!