BERITA UTAMAHukum & Kriminal

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bekuk Otak Pembunuhan Pria Kenjeran di Wonokusumo Surabaya

×

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bekuk Otak Pembunuhan Pria Kenjeran di Wonokusumo Surabaya

Sebarkan artikel ini

Sindoraya.com, Tanjung Perak, – Misteri kematian UF (32), warga Kenjeran, akhirnya terungkap. Polisi menangkap satu pelaku utama dalam kasus pembunuhan yang terjadi di Jalan Wonokusumo Jaya, Kecamatan Semampir, Surabaya.

Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Tanjung Perak meringkus HD (40), warga Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura. Tim Opsnal menangkap tersangka di rumahnya pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.

Menurut KBO Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Ipda Meldy, kasus ini bermula dari utang piutang. Korban meminjam uang sebesar Rp40 juta, namun tidak pernah melunasinya.

Selain itu, korban kerap menghindar setiap kali ditagih. Bahkan, korban memblokir nomor ponsel tersangka. Kondisi tersebut membuat HD tersulut emosi dan mulai menyusun rencana.

Baca Selengkapnya  Bhabinkamtibmas Sambangi Warga sekaligus Sisipkan Pesan Kamtibmas

“Karena kesal, tersangka merencanakan penjemputan paksa terhadap korban,” jelas Ipda Meldy dalam konferensi pers, Selasa (27/1/2026).

Rencana itu mulai berjalan pada Sabtu (17/1/2026) sore. HD menghubungi JD, rekan korban, untuk memancing UF keluar rumah. Setelah itu, HD mengajak HS yang kini berstatus DPO serta beberapa orang lainnya berangkat dari Sampang ke Surabaya menggunakan mobil Toyota Innova.

Selanjutnya, eksekusi terjadi pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 04.12 WIB. JD mengatur pertemuan dengan korban di kawasan Wonokusumo Jaya.

Saat korban melintas menggunakan sepeda motor Yamaha Filano, HD langsung menyergap dan menjatuhkan korban ke jalan. Awalnya, para pelaku berniat membawa korban ke Madura.

Baca Selengkapnya  Bersama Masyarakat Personel Kodim 1009/Tanah Laut Semai Dan Siapkan Bibit Mangrove Di Desa Pagatan Besar

Namun, korban melakukan perlawanan keras. Pada momen tersebut, HS turun dari mobil dan menusuk dada kiri korban dengan senjata tajam.

Setelah korban ambruk bersimbah darah, para pelaku langsung melarikan diri menuju Madura. Sementara itu, korban sempat merangkak sekitar 100 meter untuk mencari pertolongan sebelum akhirnya meninggal di lokasi kejadian.

Hasil otopsi tim medis menunjukkan korban mengalami luka tusuk di dada kiri hingga menembus jantung.

Hingga kini, polisi terus memburu pelaku lain yang terlibat, termasuk eksekutor penusukan.

“Identitas pelaku sudah kami kantongi. Kami minta pelaku yang masih buron segera menyerahkan diri. Tim kami tidak akan berhenti melakukan pengejaran,” tegas Ipda Meldy. 

 

Samsul A.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten dilindungi!!