Gandeng Pelaku Industri, DISPERINDAG KEMBANGKAN EKONOMI MELALUI INDUSTRI AGRO

0
65

Sindoraya Surabaya |

Sektor industri pengolahan pada semester I tahun 2019 tumbuh sebesar 7,05%, masih banyak bergantung pada bahan baku impor. Impor bahan baku sampai dengan Agustus 2019 mencapai 78,09 % dari total nilai impor. Untuk itu, upaya-upaya subtitusi bahan baku impor harus terus di tingkatkan melalui optimalisasi potensi di masing-masing daerah.

Tantangan lain adalah begitu masif dan cepatnya perkembangan ekonomi digital. Saat ini kita memasuki era digital yang menuntut otomatisasi, digitalisasi, dan konektifitas di berbagai sektor usaha, terlebih di sektor usaha industri dan perdagangan. Ekonomi digital ini harus kita arahkan secara tepat agar mendorong penguatan industri berbahan baku lokal. Industri 4.0 dengan demikian tidak semata-mata dimaknai sebagai digitalisasi dan efisiensi proses produksi, tetapi juga optimalisasi penggunaan bahan baku lokal untuk mendukung subtitusi impor. Dengan adanya latar belakang tersebut maka Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur menyelenggarakan acara Forum Komunikasi & Temu Bisnis Industri berbasis Agro Jawa Timur.

Rangkaian acara Forum Komunikasi & Temu Bisnis Industri berbasis Agro Jawa Timur di awali laporan kegiatan dari Kepala Bidang Industri Agro Disperindag Jawa Timur Bapak Heri Wiriantoro, S.T, MMT. Beliau mengatakan “acara forum komunikasi dan temu bisnis ini sangatlah penting dan bermanfaat dalam rangka peningkatan daya saing industri. Saya berharap acara forum komunikasi dan temu bisnis ini mampu memberikan kontribusi positif bagi pengembangan Industri Agro“. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Drajat Irawan, SE., MT. dalam sambutannya menyampaikan alasan mengapa mengangkat Industri Agro sebagai tema dalam Temu Bisnis kali ini. Menurutnya “Industri Agro membuka lapangan kerja, Industri juga memberikan nilai tambah kepada masyarakat, dan menjadi salah satu faktor yang mampu mengurangi tingkat kemiskinan di masyarakat. Selain itu Industri Agro juga menyumbang 20% PDB ” jelasnya.

Forum Komunikasi dan Temu Bisnis Industri Berbasis Agro Jawa Timur mengundang banyak pelaku industri agro yang terdiri dari OPD Provinsi Jawa Timur, Asosiasi terkait industri agro, Perbankan, Dinas Perindustrian kabupaten atau kota, Perusahaan Industri & IKM, Kepala Bidang/UPT Disperindag Jatim untuk eksplorasi permasalahan, tantangan, peluang bisnis, dan strategi pengembangan industri agro Jawa Timur.

Mengingat pentingnya perkembangan Industri untuk perekonomian, forum ini mengangkat tema “Eksplorasi peluang bisnis dan strategi pengembangan industri agro Jawa Timur”. Forum Industri ini diikuti lebih dari 100 pelaku industri di Jawa Timur mulai dari skala kecil hingga besar. Dalam acara ini, narasumber juga berasal dari berbagai latar belakang. Salah satu narasumber berasal dari sektor  pemerintahan yaitu Kepala Bagian Program Evaluasi Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian RI yakni Bpk Sumarno yang membahas tentang ”Strategi Pengembangan Industri Agro dan Peta Potensi Ekspor Industri Agro”, Ir. Yusianto mewakili Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, membahas ”Peluang dan Tantangan Industrialisasi Kopi dan Kakao di Jawa Timur”, Drs. Kresnayana Yahya, MSc Pengamat Ekonomi  tentang Strategi menghadapi Revolusi Industri 4.0 bagi industri Kecil Menengah (IKM) Agro”, dan Bapak Roni Susanto W Head Of Engineering dari PT. Garuda Food, tentang ”Implementasi Industri 4.0 pada Industri Pangan Olahan”

Dalam upaya mempercepat proses industrialisasi untuk mendukung pembangunan ekonomi di Jawa Timur sekaligus mengantisipasi dampak negatif globalisasi dan liberalisasi ekonomi dunia dan perkembangan di masa yang akan datang, diperlukan suatu arahan dan kebijakan yang jelas, hal ini didukung oleh berbagai kebijakan yang telah disiapkan oleh Pemerintah untuk eksplorasi peluang bisnis dan strategi pengembangan industri agro yang akan disosialisasikan di dalam acara ini.

Dalam acara ini diserahkan sertifikat halal, sertifikat uji nutrisi, dan merek kepada industri kecil menengah (IKM) binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur. Selain itu, dihadirkan juga mini showcaseyang diikuti oleh pelaku industri yang menampilkan berbagai produk inovasi dan layanan yang siap dikenalkan kepada seluruh peserta Forum Industri Agro. (Red/nawi)