Hadiri Fesyar 2019, Indah Kurnia Jenuh Dengar Paparan Kondisi Ekonomi Dunia

0
57

Sindoraya Surabaya

Indah Kurnia Komisi XI DPR RI merasa jenuh dan dan lelah disaat ada kunjungan ke Dewan dengan paparan kondisi Ekonomi dunia seperti Perang dagang China–Amerika, Kondisi Volatility, Uncertainity, Complexity, dan Ambiguity (VUCA). Kenapa kita nggak kembali kedalam negri saja ? ucapnya saat mengahadiri Fesyar Indonesia 2019 di Grand City Mall Surabaya, 6 November 2019.

“Dengan digelarnya Festival Ekonomi Syariah (FESYAR) yang digelar oleh Bank Indonesia (BI) yang sejak 2015 lalu saya datang, membuka dan memberikan jawaban kebutuhan konsumen dalam negri. Seperti Makanan, minuman, kosmetik, obat–obatan karena konsumen dalam negri kita juga membutuhkan produk–produk halal,” paparnya.

Lanjutnya, kenapa kita ndak kembali kedalam negri saja. Produsennya dalam negri, potensi sumber daya alam bisa dimanfaatkan, kreatifitas anak negri juga bisa digalakkan, konsumennya dari dalam negri, bahkan nantinya kita kalau dibutuhkan kita juga akan ekspor produk–produk kita keluar negri.

Maka dari itu Bank Indonesia diharapkan dapat mengawal agar UMKM kita tidak hanya berjaya di negri sendiri tapi juga dapat diperhitungkan di kancah Internasional, dan tugas media adalah membritakan secara positif kegiatan ini, ujar Arek Suroboyo ini.

Di dua provinsi sebelumnya ini omset perputaran Fesyar Indonesia sudah mencapai dua koma sekian triliun, ujarnya, mudah–mudahan tiga hari kedepan kita bisa tahu berapa omset perputaran untuk Fesyar kali ini. Meski saat ini ekonomi mengalami perlambatan, Indah yakin kali ini melebihi omset perputaran uang tahun lalu mengingat produk–produk yang ditawarkan semakin kreatif dan menarik.

Dijelaskan, tahun lalu omset perputaran uang menghasilkan 7,1 Triliun.

” Tetap kreatif, semangat, dan konfiden, maka Indonesia akan semakin bangkit dan seluruh kegiatan yang dilakukan ini sebesar–besarnya untuk kita kembalikan pada kesejahteraan masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (nawi)