Paparkan Capaian, PDAM Surabaya Gathering bersama Media

0
71
Mujiaman Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya

Sindoraya Surabaya

Demi terjalinnya hubungan baik dengan Awak Media yang selalu mendampingi, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya menyelenggarakan Gathering bersama puluhan Wartawan seKota Surabaya di Restoran Arumanis Hotel Bumi Surabaya. (Jumat, 20 Desember 2019)

Selain sebagai ajang silaturahmi, pada kesempatan tersebut Mujiaman Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya sekaligus menyampaikan Kinerja dan Capaiannya di tahun 2019.

“PDAM Kota Surabaya telah banyak melakukan percepatan pelayanan terhadap masyarakat,” Ujar Mujiaman membuka paparan Capaiannya.

Apa yang dipercepat ? Menurut Mujiaman yang pertama adalah terkait produksi Air yang meningkat dari 10.000 ton/detik, saat ini sudah mencapai hampir 12.000 ton/detik. Dan hal ini sudah menjangkau hampir 100% wilayah Surabaya. Kendalanya adalah masih terdapat single pipa dan kecil dibeberapa wilayah seperti Sememi dan Rangkah.

“Saya yakinkan tahun 2020 sudah bisa teratasi,” yakinnya.

Yang kedua adalah cakupan layanan. PDAM Kota Surabaya sudah melakukan terobosan yaitu untuk masyarakat marginal atau yang menempati tanah ilegal di Surabaya yang sebenarnya menurut Undang-undang tidak akan pernah mendapat layanan air, namun demikian PDAM Surabaya telah menyiasatinya dengan membangun pipa meter di Tanah legal terdekat untuk menyalurkannya ke wilayah tersebut melalui bantuan beberapa sponsor. Dan saat ini sudah mencapai 10.000 warga ditanah ilegal yang sudah ter-Airi.

99,8% Warga Surabaya sudah mendapat layanan Air bersih, itu capaian ketiga. Menurut Mujiaman, saat ini dengan seijin Pemkot Surabaya pemasangan saluran baru hanya dipungut biaya Rp. 200.000,-

“Dapat dikatakan hampir gratis, karena kalau digratiskan dikuatirkan akan sulit saat penagihan, karena dianggap air diberikan cuma-cuma,” kata pak Dirut.

Sampai tanggal 15 Desember 2019, kata Mujiaman sudah hampir 15.000 pemasangan baru.

Capaian selanjutnya adalah terkait rehabilitasi pipa yang tahun ini mencapai 50 Km dari 6.000 Km keseluruhan pipa se-Surabaya. “Ini adalah hasil kerja keras bersama karena tahun-tahun lalu hanya bisa merehabilitasi tidak lebih dari 10 Km saja,” lanjutnya.

“Maka dari itu kita mendapat predikat terbaik se-Indonesia,” ucapnya penuh kebanggaan.

Dalam hal keuangan, PDAM kota Surabaya juga boleh berbangga karena bisa mendapat laba 125 miliar ditahun lalu dan saat ini sudah setor 132 miliar ke Pemkot Surabaya.

Terkait hal ini, Mujiaman mengaku adalah sebuah prestasi dikarenakan PDAM se-Indonesia dikatakan untuk hidup saja sudah susah apalagi bisa mendapat keuntungan. Dan yang paling membanggakan adalah ucapan terima kasih dari pelanggan setiap pagi karena sudah terlayani dengan baik.

“Dulu kita diibaratkan ‘Raja’, tapi saat ini saya tekankan PDAM adalah Instansi Pelayanan Publik,” tegasnya.

Jalur-jalur melakukan komplain dibuka secara luas, baik melalui Medsos, layanan 112, call center, ataupun melalui media (Koran, Radio, dll) dan PDAM Surabaya tidak akan membantah tapi bertindak karena Air merupakan hak masyarakat.

” Saya yakinkan budaya modern seperti ini harus dijaga, hal itu juga terkait budaya ‘Anti Korupsi’ di PDAM,” ikrarnya.

Terkait Standarisasi, masih Mujiaman, PDAM Surabaya sudah sesuai standar meliputi ISO 9001 (tentang Produksi dan pelayanan), ISO 27001 (tentang keamanan sistem informasi), ISO 55000 (tentang pengelolaan aset), ISO 17025 (tentang laboratorium dan kalibrasi), tentang Sistem manajemen K3 yang sudah distandarisasi oleh Menaker, dan yang terakhir adalah ISO 37001 (tentang manajemen anti penyuapan).

Kedepan yang akan dilakukan PDAM adalah terus memperbaiki kualitas, baik kualitas air maupun kualitas pengirimannya melalui pipa, pungkas Mujiaman didepan awak media dan perwakilan Pemkot Surabaya. (nawi)