Terkait Berita Tuduhan Penipuan, GMDN Bantah Keterlibatan Organisasi

0
315

Sindoraya Surabaya

Terkait beredarnya berita di beberapa media tentang dugaan penipuan yang dilakukan oleh kader GMDN Surabaya, hari ini, Senin (11/11/2019) jajaran pengurus DPW GMDM SURABAYA mengklarifikasi hal tersebut.

Bertempat di kantor BNNK Surabaya, Yayuk Sri Wahyuningsih Ketua GMDM DPW Kota Surabaya menjelaskan bahwa Organisasi GMDN tidak ada hubungan terkait hal ini.

“ORMAS Garda Mencegah Dan Mengobati (GMDM) DPW SURABAYA tidak pernah melakukan pendampingan Hukum dan menangani kasus tersebut, namun GMDN adalah sebuah organisasi yang mempunyai misi SOSIALISASI / PENYULUHAN P4GN dan sama sekali tidak berorientasi pada bisnis.

Diberitakan di beberapa Media, Tri Utami 45th merasa dibohongi oleh oknum anggota GMDM inisial YY yang berjanji untuk membantu dan meringankan hukuman tersangka kasus Narkoba atas nama Zalaudin Al Ayuf, dengan syarat membayar biaya sebesar 10 juta untuk pengurusan hingga selesai.

Dari sini, Yayuk yang merasa dituduh oleh Ibu Tri Utami melalui media mengklarifikasi sebagai berikut.

Yayuk menceritakan kejadian ini berawal dari pengaduan dari seorang Relawan bahwa ada putra dari teman sesama komunitas tertangkap di Polres KP3 Tanjung Perak karena kasus penjualan Narkoba dan saat itu sedang ditangani oleh seseorang yang mengaku dari ORMAS dan meminta dana 15 jt.

Karena merasa kasihan dan kebetulan secara pribadi Yayuk juga sebagai Paralegal EQUITAS SETARA yang berkantor di RUKO GRIYA PERMATA GEDANGAN BLOK N_-1/26 GEDANGAN SIDOARJO JAWA TIMUR, meminta relawan untuk datang menemuinya di REHABSOS EQUITAS SETARA, Jl. Kalidami Surabaya untuk secara langsung mengetahui kronologisnya.

Dari situ, relawan menceritakan bahwa pihak keluarga sudah menyerahkan dana kepada seseorang yang mengaku dari GMDM Pusat. Saat itu pihak yang mengaku dari GMDN juga meminta tambahan biaya dengan alasan sebagai biaya meringankan hukuman yang dikatakan bisa sampai dengan 20 tahun.

Yayuk Sri Wahyuningsih saat menunjukkan bukti dokumen dalam pres rilis sanggahan berita yang beredar. Senin, 11 November 2019, di kantor BNNK Surabaya, Jl. Ngagel Madya Surabaya.

Kembali karena kasihan, Yayuk melihat bahwa klient tersebut benar-benar butuh uluran tangan dan ada keinginan untuk membantu dengan dana seminimal mungkin.

Hari berikutnya Yayuk mengantar Klient kekantor LEMBAGA BANTUAN HUKUM EQUIRAS SETARA, dan bertemu langsung dengan Kepala LKBH. Saat itu Kepala LKBH hanya memberi pengarahan dan tidak pernah menjanjikan apapun selain berupaya dengan maksimal.

Pada saat itu Pihak keluarga bersedia memberikan uang jasa sebesar 10 jt, dan diawal keluarga titip dana 5 juta kepada Yayuk awal sebagai dana jasa pendampingan hukum sampai adanya putusan, dan saat itu juga didepan keluarga klient titipan tersebut langsung diserahkan ke bagian administrasi LKBH EQUITAS SETARA. Setelah berkas Terdakwa dilimpahkan ke kejaksaan dan dikirim kemedaeng, pihak keluarga kembali transfer dana senilai 2 jt melalui Yayuk dan dana tersebut juga langsung diserahkan ke pihak LKBH EQUITAS SETARA.

Saat proses persidangan pertama sesuai tupoksi, paralegal sudah mendampingi pengacara dari LKBH EQUITAS SETARA untuk koordinasi dengan klient dan pihak keluarga, tapi dari awal sampai tahap putusan tidak ada satupun dari pihak keluarga yang hadir mendampingi terdakwa.

“Sampai H-1 waktu yang diberikan untuk penentuan banding, keluarga masih sulit dihubungi,” cerita Yayuk. Melihat situasi seperti itu maka LKBH EQUITAS SETARA memutuskan untuk mundur sebagai penerima kuasa hukum dan surat sudah ditanda tangani oleh Zalaudin Al Ayuf dan kami berikan Arsipnya utk disampaikan ke pihak keluarga.

“Sampai surat kami berikan, pihak LKBH EQUITAS SETARA dan keluarga yang bersangkutan tidak ada komunikasi sama sekali, ternyata setelah dicek, Pihak klient sudah didampingi pengacara lain yaitu Agus Hariyanto, SH,” terang Yayuk.

Jadi dalam hal ini saya pribadi menolak tuduhan yang beredar karena sudah sesuai prosedur dan tidak ada bukti kebohongan seperti yang diberitakan, ujarnya.

Sebagai kader GMDN, Yayuk juga menolak ada keterlibatan organisasi karena waktu itu perannya murni sebagai paralegal dari LKBH EQUITAS SETARA dan sebagai Paralegal dirinya tidak pernah menjanjikan apapun kecuali berusaha semaksimal mungkin, pungkas Yayuk. (nawi)