Uncategorized

Pemuda 20 Tahun Tewas Tenggelam di Waduk Semantok Nganjuk

×

Pemuda 20 Tahun Tewas Tenggelam di Waduk Semantok Nganjuk

Sebarkan artikel ini

Sindoraya.com, Nganjuk, – Seorang pemuda berusia 20 tahun tewas tenggelam di Waduk Semantok, Kabupaten Nganjuk, Selasa (10/2/2026) pagi. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB di wilayah Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso.

Korban diketahui bernama Doni Tri Setiawan, warga Dusun Gaeng, Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk. Saat kejadian, korban memancing bersama dua rekannya di area waduk.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K., melalui Kasi Humas Polres Nganjuk IPTU Fajar Kurniadhi, S.H., membenarkan peristiwa tersebut.

“Benar telah terjadi orang meninggal dunia akibat tenggelam di Waduk Semantok pada Selasa, 10 Februari 2026, sekitar pukul 07.00 WIB, di wilayah Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk,” ujar IPTU Fajar Kurniadhi.

Kronologi Kejadian

Baca Selengkapnya  Tiga Orang Tersangka Konten Kreator Video Guru Tugas Ditahan Polda Jatim

Awalnya, mata pancing korban tersangkut tanaman air. Karena itu, korban berusaha melepaskannya dengan cara masuk ke dalam waduk. Namun, kedalaman air mencapai sekitar lima meter.

Selain itu, korban diketahui tidak bisa berenang. Akibatnya, korban panik dan tenggelam. Melihat kejadian tersebut, saksi sempat berupaya memberikan pertolongan.

“Saksi mencoba menolong korban. Namun korban panik sehingga upaya tersebut tidak berhasil,” jelas IPTU Fajar.

Setelah itu, warga mengevakuasi korban ke tepi waduk. Namun, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Perangkat Desa Sambikerep Warsito kemudian menerima laporan dari warga.

Baca Selengkapnya  Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025 di Tabalong: Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya

Selanjutnya, Warsito meneruskan informasi tersebut kepada Bhabinkamtibmas dan Polsek Rejoso. Petugas gabungan langsung mendatangi lokasi kejadian.

Hasil Pemeriksaan

Petugas Polsek Rejoso bersama Tim Inafis Polres Nganjuk, BPBD Kabupaten Nganjuk, serta petugas Puskesmas Rejoso melakukan pemeriksaan terhadap korban. Dari hasil pemeriksaan luar, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Pihak keluarga menerima kejadian ini dengan ikhlas, menolak dilakukan autopsi, dan bersedia membuat surat pernyataan,” pungkas IPTU Fajar.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di area perairan, terutama bagi warga yang tidak memiliki kemampuan berenang.

 

Samsul A.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten dilindungi!!