Sindoraya.com, Surabaya – Ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) memadati kawasan Mapolrestabes Surabaya, Jumat (31/7/2026). Massa mulai berdatangan sekitar pukul 14.30 WIB menggunakan kendaraan roda dua, roda empat, serta satu unit mobil komando untuk menggelar aksi damai.
Setibanya di lokasi, koordinator lapangan langsung mengarahkan peserta aksi untuk merapatkan barisan. Setelah seluruh massa berkumpul, mereka bersama-sama menyanyikan anthem SH Terate sebagai pembuka sebelum penyampaian aspirasi dimulai.
Menurut pantauan Sindoraya.com di lapangan menunjukkan peserta aksi mengenakan pakaian serba hitam dengan atribut khas PSHT. Bendera organisasi dan sejumlah spanduk berisi tuntutan juga tampak dibentangkan di sekitar lokasi aksi.
Mobil komando yang berada di depan Mapolrestabes Surabaya menjadi pusat penyampaian aspirasi. Secara bergantian, beberapa perwakilan massa menyampaikan orasi di hadapan ribuan peserta aksi serta aparat kepolisian yang berjaga.
Dalam orasinya, salah seorang perwakilan massa menegaskan bahwa kehadiran mereka bertujuan menyampaikan aspirasi kepada aparat penegak hukum. Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi selama aksi berlangsung.
“PSHT cinta damai, ini adalah aksi damai, kita buktikan gerakan arus bawah solid dan cinta damai. Kita tidak ingin ada aksi premanisme berkedok DC dan anarkis di Surabaya,” ucap orator.
Di sisi lain, jajaran kepolisian menempatkan personel di sejumlah titik di sekitar Mapolrestabes Surabaya. Pengamanan dilakukan untuk memastikan demonstrasi berjalan aman, tertib, dan kondusif hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Dampak aksi juga terlihat pada arus kendaraan di depan Mapolrestabes Surabaya. Akses jalan ditutup sementara sehingga lalu lintas mengalami perlambatan, sedangkan kendaraan dari arah utara dialihkan menuju kawasan Kembang Jepun.
Aksi damai tersebut merupakan bagian dari agenda demonstrasi yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di dua lokasi. Selain Mapolrestabes Surabaya, massa juga berencana mendatangi markas debt collector Maluku 1 Rasa (M1R) di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Tegalsari.
Sebelumnya, sekitar 10 ribu anggota PSHT dijadwalkan mengikuti aksi sebagai respons atas dugaan penganiayaan dan pembacokan terhadap dua anggota PSHT yang bekerja sebagai petugas valet di salah satu tempat hiburan di kawasan Tegalsari, Surabaya.
Melalui demonstrasi tersebut, massa mendesak kepolisian segera menangkap serta memproses hukum pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap kedua anggota PSHT tersebut.
Untuk menjaga kelancaran arus kendaraan selama aksi berlangsung, Satlantas Polrestabes Surabaya menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan menuju kawasan Jalan Teuku Umar dan pusat Kota Surabaya. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi demonstrasi.
Di tengah penerapan rekayasa lalu lintas tersebut, Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya mengajak masyarakat mendukung kelancaran pengamanan dengan mematuhi pengalihan arus yang telah ditetapkan. Ia berharap para pengguna jalan mengikuti arahan petugas agar mobilitas di sekitar lokasi aksi tetap berjalan lancar.
“Kami meminta kerja sama dari seluruh masyarakat pengendara untuk tetap tertib dan sabar di jalan. Demi kelancaran bersama, mohon ikuti petunjuk serta pengalihan arus yang diarahkan oleh petugas kami di lapangan,” jelasnya.
( Redaksi )












