BERITA UTAMA

HUT ke-23 DPD PPAD Bali, Teguhkan Semangat Karya Bhakti dan Sinergi Bangun Negeri

×

HUT ke-23 DPD PPAD Bali, Teguhkan Semangat Karya Bhakti dan Sinergi Bangun Negeri

Sebarkan artikel ini

Sindoraya.com, Jembrana – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-23 Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (DPD PPAD) Provinsi Bali dimulai dengan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kesatria Kusuma Mandala, Kabupaten Jembrana, Sabtu (8/8/2026).

Ziarah dipimpin langsung Ketua DPD PPAD Provinsi Bali, Brigjen TNI (Purn) A. Agung Gde Suardhana, S.IP., M.Sc., sebagai bentuk penghormatan kepada para kusuma bangsa yang telah gugur.

Usai ziarah, puncak peringatan digelar di Ballroom Jembrana Bahagia, yang terletak di Jalan Sudirman, kabupaten Jembrana.

Bagi para purnawirawan, usia 23 tahun bukan sekadar angka. Ini menjadi momentum meneguhkan semangat “Karya Bhakti” agar tetap produktif, menjadi teladan, dan hadir sebagai bagian dari solusi di tengah masyarakat.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Purnawirawan TNI Angkatan Darat Bersinergi Dengan Komponen Bangsa Lainnya Mensukseskan Program Pemerintah”, yang sejalan dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI: Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”

Ketua DPD PPAD Bali, Brigjen TNI (Purn) A. Agung Gde Suardhana, menjelaskan tiga kata kunci tema nasional tersebut.

“Berdaulat berarti menempatkan rakyat sebagai fondasi utama bangsa. Adil adalah memastikan setiap warga mendapat hak dan kesempatan yang sama. Sementara Makmur adalah cita-cita agar kesejahteraan bisa dirasakan merata, dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.

Ia menyebut tema tersebut telah diimplementasikan pemerintah melalui program Asta Cita, seperti makan bergizi gratis untuk anak dan ibu hamil, sekolah rakyat bagi keluarga kurang mampu, hingga Koperasi Desa Merah Putih dan Desa Nelayan untuk pemerataan ekonomi.

Brigjen (Purn) Suardhana mengingatkan sejarah berdirinya PPAD yang digagas tujuh purnawirawan TNI AD. Selama 23 tahun, organisasi ini konsisten menjaga tegaknya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Kontribusi PPAD tidak hanya di bidang pertahanan. Bersama Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-Polri, PPAD aktif memberikan masukan strategis kepada TNI AD dan pemerintah.

Di bidang sosial, melalui pendekatan “Kolaborasi Multiheliks”, PPAD bersinergi dengan pemerintah, TNI-Polri, swasta, dan yayasan kemanusiaan untuk menggelar bakti sosial.
Wilayah timur Indonesia seperti Papua dan Maluku menjadi fokus, dengan program operasi katarak, bibir sumbing, pengobatan umum dan gigi. Dukungan Kepala Staf Angkatan Darat berupa rehabilitasi rumah tidak layak huni dan Medical Check-Up di Rumah Sakit Tentara juga dirasakan anggota PPAD dan Warakawuri.

Menutup sambutannya, ia menitipkan tiga pesan:
1. Menjaga kesehatan dan keharmonisan keluarga agar menjadi teladan
2. Sadar hak politik namun tidak membawa organisasi ke politik praktis
3. Memperkuat koordinasi dengan pembina dan Keluarga Besar TNI-Polri

“Semoga di usia ke-23 ini, DPD PPAD Bali semakin jaya, solid, dan kuat. Kami akan terus hadir untuk masyarakat melalui pengabdian yang bermanfaat bagi bangsa,” pungkasnya.

Kesbangpol Provinsi Bali yang diwakili Kabid Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa, I Komang Kusuma Edy, menegaskan peringatan ini bukan sekadar seremoni.

“Prajurit sejati boleh pensiun dari dinas, tetapi semangat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit tidak pernah mengenal kata purnatugas. Saat ini ancaman berbentuk proxy war dan disinformasi. Kehadiran PPAD sangat penting sebagai jangkar yang kokoh untuk menjaga kapal besar bernama Indonesia,” tegasnya.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengapresiasi kepemimpinan Brigjen (Purn) Suardhana.
“Beliau adalah contoh purnawirawan yang semangat pengabdiannya tidak pernah padam. Di usia yang sudah tidak lagi muda, beliau tetap hadir menggerakkan dan membangun organisasi ini dengan penuh dedikasi,” ujarnya.

Bupati Kembang juga menyinggung potensi Jembrana. Meski PAD-nya terkecil di Bali, ia optimis mensejahterakan masyarakat. Ia turut mempromosikan budaya Makepung sebagai identitas daerah.

“Tradisi ini sangat khas. Kalau biasanya pacuan pakai kuda, di Jembrana kami punya Makepung. Ini kebanggaan kami,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kembang juga menyerahkan uang pembinaan sebesar Rp5.000.000 kepada DPD PPAD Bali.

Sambutan Pangdam IX/Udayana yang dibacakan Kapten Wahid dari Kodim 1617/Jembrana juga mengajak keluarga besar PPAD terus bersinergi dengan TNI, Pemda, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan.

Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua DPD PPAD Brigjen TNI (Purn) A. Agung Gde Suardhana dan Ketua PIPAD Bali sebagai bentuk rasa syukur.

Turut hadir Ketua DPD PEPABRI Bali Brigjen TNI (Purn) Ketut Budiastawa, S.Sos., M.Si., perwakilan LVRI, dan HIPAKAD.
Secara keseluruhan acara berlangsung aman, lancar, dan khidmat.

Samsul A.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten dilindungi!!