Sindoraya.com, Surabaya – Polrestabes Surabaya kembali memberlakukan tilang manual untuk menekan pelanggaran lalu lintas dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan di Kota Surabaya.
Kebijakan tersebut diambil setelah pelanggaran lalu lintas dinilai masih tinggi meski sosialisasi dan edukasi keselamatan telah dilakukan. Penindakan ini ditujukan untuk membangun ketertiban berlalu lintas, bukan semata-mata memberikan sanksi.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan mengatakan, keluhan mengenai ketidaktertiban lalu lintas datang dari masyarakat, tokoh agama, hingga instansi pemerintahan.
“Pelanggaran yang ditemukan menerobos lampu merah, berhenti melewati marka, serta melakukan manuver berbahaya. Sejumlah pengendara juga menghindari tilang elektronik dengan melepas atau menutup pelat nomor dengan lakban, bahkan menggunakan pelat palsu,” tutur Kombes Pol Luthfi, pada Rabu (30/9/2026).
Luthfi mengatakan, pelanggaran yang dianggap sepele tetap dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan lainnya, termasuk anak-anak dan keluarga yang sedang beraktivitas.
Untuk memastikan penindakan berjalan sesuai ketentuan, tilang manual dilakukan oleh personel Satlantas terpilih yang memiliki rekam jejak baik dan sertifikasi resmi.
“Penindakan dilakukan oleh personel Satlantas terpilih yang memiliki rekam jejak baik dan sertifikasi resmi. Setiap surat tilang harus diketahui serta ditandatangani oleh perwira penanggung jawab di lapangan,” katanya.
Polrestabes Surabaya juga menerapkan pengawasan dalam proses penilangan. Setiap tindakan penilangan wajib direkam dalam bentuk video. Selain itu, kendaraan patroli rencananya akan dilengkapi dengan kamera pengawas internal.
“Seksi Propam akan mengawasi dan mendampingi petugas. Kapolrestabes menegaskan akan menindak tegas anggota yang menyalahgunakan kewenangan atau melakukan pelanggaran pungli,” jelasnya.
Masyarakat juga diajak ikut mengawasi pelaksanaan kebijakan tersebut melalui saluran resmi, media sosial Instagram, layanan darurat, serta pengaduan Propam.
“Tilang manual diharapkan mendorong budaya tertib berlalu lintas serta menjadikan Surabaya lebih aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan,” pungkasnya.
Samsul A.












