Kriminal

Pria Asal Bulak Banteng Madya Meregang Nyawa Setelah Dibacok Secara Sadis di Kedinding Lor, Kenjeran

×

Pria Asal Bulak Banteng Madya Meregang Nyawa Setelah Dibacok Secara Sadis di Kedinding Lor, Kenjeran

Sebarkan artikel ini

Sindoraya.com, Surabaya, – Aksi tindak  kriminal pembunuhan kembali terjadi di Surabaya. Seorang pria bernama Salamullah, 30 tahun, warga Bulak Banteng Madya, Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Surabaya. Ditemukan tewas bersimbah darah akibat luka bacokan di kawasan Jalan Kedinding Lor, Surabaya. Senin, 19/05/2025.

Kejadian naas tersebut diterima oleh pusat informasi Command Center sekira pukul 19.08 WIB. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Surabaya, Posko Terpadu Kedung Cowek, Polsek Kenjeran, Praja Kecamatan Kenjeran, serta unsur masyarakat seperti Projopati Kelurahan Tanah Kali Kedinding tiba di lokasi sekira pukul 19.14 WIB.

Baca Selengkapnya  Pj Gubernur Sultra Hadiri Apel Siaga Pengamanan Pasokan dan Harga Pangan Jelang Idul Fitri 2024

Korban ditemukan sudah dalam kondisi tergeletak tidak bernyawa di pinggir jalan. Tim Inafis dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak langsung melakukan olah TKP secara menyeluruh guna mengumpulkan bukti dan mengidentifikasi korban secara resmi, korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RS Bhayangkara menggunakan ambulan dari Dinas Sosial Kota Surabaya.

Menurut informasi dari warga sekitar, awalnya ada pengejaran yang dilakukan seorang terduga pelaku terhadap korban dengan teriakan maling, disinyalir bahwa korban dikejar akibat tidak membayar sewaktu beli bahan bakar bensin (pertalite) di toko klontong.

Baca Selengkapnya  Resmob Polres Bangkalan Tangkap 3 Residivis Maling Motor, Satu Pelaku Masih Buron

Hingga saat ini, motif pembacokan masih dalam penyelidikan. Aparat kepolisian masih menyelidiki terkait pelaku maupun kronologi lengkap kejadian dan berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut untuk segera mengungkap pelaku kejahatan yang telah menghilangkan nyawa korban secara keji.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kenjeran, Iptu Radix Pamungkas, saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden pembacokan yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia.

“Iya benar, saat ini kami sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik perbuatan keji ini,”  pungkas Iptu Radix Pamungkas.

 

Samsul A.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten dilindungi!!