BisnisEkonomi

Satgas Pangan Polres Pasuruan Gelontorkan 9,6 Ton Minyakita untuk Stabilkan Harga

×

Satgas Pangan Polres Pasuruan Gelontorkan 9,6 Ton Minyakita untuk Stabilkan Harga

Sebarkan artikel ini

Sindoraya.com, Pasuruan, – Satgas Pangan Polres Pasuruan bergerak cepat menanggapi kenaikan harga minyak goreng subsidi Minyakita yang sempat mencapai Rp19.000 per liter di pasaran. Langkah ini diambil setelah muncul keluhan masyarakat karena harga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kanit II Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda Eko Hadi Saputro, mengatakan pihaknya menyalurkan 9.600 liter atau 9,6 ton Minyakita melalui operasi pasar pada Kamis (16/4/2026).

“Total ada 800 karton, masing-masing berisi 12 botol ukuran 1 liter. Distribusi kami arahkan ke tujuh retail Bulog,” ujarnya.

Distribusi difokuskan di dua lokasi utama, yakni Pasar Bangil untuk enam retail dan Pasar Pandaan untuk satu retail. Kebijakan ini diambil karena sebelumnya stok di sejumlah pasar sempat kosong, bahkan sejak sebelum Lebaran.

Baca Selengkapnya  Maksimalkan Pelayanan Publik, Polresta Sidoarjo Terima Penghargaan di Kompolnas Award 2025

Selain menambah pasokan, Satgas Pangan juga memperketat pengawasan di lapangan. Pedagang diingatkan agar menjual sesuai HET dan tidak melakukan penimbunan yang dapat memicu kelangkaan.

Kapolres Pasuruan, Harto Agung Cahyono, menegaskan komitmennya menjaga ketersediaan stok sekaligus stabilitas harga minyak goreng subsidi di pasaran.

“Kami pastikan stok Minyakita aman. Jika ditemukan penjualan di atas HET, akan kami tindak tegas,” ujarnya.

Di sisi lain, pedagang mengakui harga sebelumnya naik karena distribusi sempat terhenti. Sinta, salah satu pedagang, menyebut kondisi kini mulai kembali normal setelah pasokan lancar.

Baca Selengkapnya  Babinsa Koramil 1612-06/Lembor hadiri pelaksanaan penetapan dan penegasan batas wilayah

“Dulu sempat naik karena stok habis sejak sebelum Lebaran. Sekarang sudah ada kiriman lagi, jadi lebih normal,” katanya.

Satgas Pangan memastikan operasi pasar akan terus dilakukan secara bertahap di wilayah lain, seperti Sukorejo dan Gempol. Langkah ini untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan Minyakita di Kabupaten Pasuruan.

 

Samsul A.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten dilindungi!!