PemerintahanPolitik

Reses DPRD Surabaya di Gundih Serap Aspirasi Warga soal Pendidikan, Kesehatan, dan Bantuan Sosial

×

Reses DPRD Surabaya di Gundih Serap Aspirasi Warga soal Pendidikan, Kesehatan, dan Bantuan Sosial

Sebarkan artikel ini

Sindoraya.com, Surabaya – Anggota DPRD Kota Surabaya menggelar kegiatan reses di RT 10 RW 1 Kelurahan Gundih. Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Selain menyerap aspirasi warga, pertemuan itu juga mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat.

Dalam sambutannya, legislator tersebut menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan memperkuat persatuan warga. Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan generasi muda. Menurutnya, kebersamaan menjadi modal utama dalam membangun lingkungan yang harmonis.

Sementara itu, Ketua RT, tokoh masyarakat, Karang Taruna, ibu-ibu warga, dan para pendukung turut menghadiri kegiatan tersebut. Mereka menyampaikan berbagai aspirasi terkait pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, dan pemberdayaan pemuda. Selanjutnya, wakil rakyat itu akan membawa berbagai masukan tersebut ke pembahasan program pembangunan daerah.

“Silaturahmi itu manfaatnya banyak, memperpanjang usia dan melancarkan rezeki. Kalau sering bersilaturahmi, jaringan semakin luas dan peluang pekerjaan juga lebih mudah,” ujarnya di hadapan warga.

Selain menyerap aspirasi, ia juga mengapresiasi kekompakan warga RT 10 dan RT 02. Ia menilai warga di kedua lingkungan tersebut mampu menjaga keharmonisan dan semangat gotong royong. Karena itu, kawasan tersebut layak menjadi contoh bagi lingkungan lain di Surabaya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan warga agar menjaga lingkungan dari berbagai pengaruh negatif. Salah satunya ialah penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda. Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat perlu meningkatkan pengawasan di lingkungan masing-masing.

Baca Selengkapnya  WBP Meninggal di Rutan Medaeng, Kanwil Kemenkumham Jatim Pastikan Tak Ada Pelanggaran HAM

“Mudah-mudahan di sini benar-benar bersih dari narkoba, bukan hanya secara hukum tapi juga kenyataannya memang tidak ada,” katanya yang disambut tepuk tangan warga.

Pada kesempatan yang sama, ia juga memaparkan sejumlah program pemerintah di bidang pendidikan. Ia menjelaskan bahwa program BOS dan BOPDA membantu sekolah memenuhi kebutuhan operasional. Program tersebut menjangkau sekolah negeri maupun swasta di Surabaya.

Selain bantuan operasional, Pemerintah Kota Surabaya menyediakan berbagai program beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa. Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Dengan demikian, generasi muda memiliki peluang lebih besar untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi.

“Pendidikan dan kesehatan adalah pondasi utama. Kalau dua hal ini sudah baik, maka ekonomi masyarakat juga akan ikut terangkat,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan berbagai program pemerintah di bidang kesehatan. Pemerintah Kota Surabaya mengalokasikan anggaran besar untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Selain itu, pemerintah menanggung iuran BPJS PBI bagi warga kurang mampu.

Ia menilai kebijakan tersebut memberi manfaat besar bagi masyarakat yang membutuhkan layanan medis. Kini warga dapat berobat ke rumah sakit tanpa menghadapi beban biaya yang berat. Dengan begitu, akses layanan kesehatan menjadi lebih mudah dan merata.

Baca Selengkapnya  Rapat Koordinasi, Pendukung JIMAD SAKTEH di Ancam dengan Sajam dan Senpi

Di sisi lain, ia mengajak warga menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Ia mendorong masyarakat menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan mengatur waktu istirahat. Langkah tersebut membantu mencegah diabetes, stroke, serta berbagai penyakit kronis lainnya.

“Walaupun punya BPJS, jangan sampai senang sakit. Kesehatan itu harus dijaga mulai dari makanan, olahraga, dan pola hidup,” pesannya.

Tak hanya membahas pendidikan dan kesehatan, reses juga menyoroti berbagai program bantuan sosial. Program itu mencakup bantuan bagi lansia tunggal dan penyediaan makanan bergizi. Selain itu, setiap RW menerima dukungan anggaran Rp5 juta untuk kegiatan Karang Taruna.

Selanjutnya, ia meminta warga aktif berkoordinasi dengan RT, RW, maupun kelurahan. Warga perlu segera melapor jika menemukan keluarga kurang mampu yang belum menerima bantuan pemerintah. Cara itu membantu pemerintah menyalurkan bantuan secara lebih tepat sasaran.

Pada akhir kegiatan, warga mengikuti sesi dialog dan tanya jawab secara interaktif. Mereka menyampaikan berbagai usulan terkait kebutuhan lingkungan dan pelayanan publik. Aspirasi yang terkumpul dalam Reses DPRD Surabaya itu akan menjadi bahan pembahasan anggaran Kota Surabaya tahun 2027.

 

Samsul A.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten dilindungi!!