Tanah Laut – Perjuangan pembangunan Jembatan Garuda di Desa Handil Labuan Amas, Kecamatan Bumi Makmur, Sabtu (25/04/2026), kembali diuji. Di tengah medan yang semakin sulit akibat jalan tergenang air, kendaraan pengangkut material tiba-tiba terperosok dan tak mampu melanjutkan perjalanan. Roda kendaraan terjebak dalam kubangan, seolah menahan laju pembangunan yang tengah dikebut.
Namun kondisi tersebut tak membuat personel Kodim 1009/Tanah Laut menyerah. Dengan penuh tekad, mereka segera turun tangan, berpacu dengan waktu dan kondisi air semakin meninggi. Teriakan komando terdengar, mengatur langkah dan tenaga dalam upaya mengeluarkan kendaraan dari jebakan lumpur.
Melihat situasi itu, warga sekitar tanpa ragu ikut bergabung. Antusiasme mereka tak terbendung. Dengan kaki terbenam lumpur dan tenaga yang dikerahkan sepenuhnya, warga dan prajurit TNI bahu-membahu mendorong kendaraan yang terperangkap. Separuh muatan tampak harus diturunkan lebih dulu untuk mengurangi beban.
Kapten Czi Saiful Bahri selaku perwira pengawas di lokasi dengan tegas memberikan arahan agar upaya dilakukan secara terkoordinir dan tetap mengutamakan keselamatan.
“Jangan menyerah dengan kondisi medan. Ini bagian dari perjuangan kita. Tetap semangat, atur tenaga, dan dorong bersama-sama. Kita pasti bisa keluarkan kendaraan ini,” tegasnya memberi semangat.
Upaya keras itu akhirnya membuahkan hasil. Perlahan namun pasti, kendaraan berhasil keluar dari kubangan lumpur. Sorak semangat pun pecah, menjadi penanda keberhasilan kerja sama yang dilandasi semangat gotong royong tersebut.
Peristiwa ini menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan Jembatan Garuda bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan perjuangan bersama yang melibatkan tekad, kebersamaan, dan kepedulian antara TNI dan masyarakat.
Untuk diketahui bersama bahwa akses jalan distribusi material jembatan garuda sangatlah sempit. Berada diantara persawahan dan sisi sungai dengan struktur tanah yang labil membutuhkan kejelian dan kehati-hatian supir saat melintas. (Pendim 1009/Tla)












