Sindoraya.com, Surabaya, – Polsek Simokerto bergerak cepat untuk memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). Pihak kepolisian merangkul tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ormas melalui silaturahmi agar situasi kamtibmas tetap aman.
Aparat kepolisian melaksanakan koordinasi ini pada Kamis (30/4/2026) mulai pukul 19.00 WIB di Rupattama Polsek Simokerto. Oleh karena itu, suasana keakraban yang sangat kental mewarnai jalannya acara di Jalan Kapasan No. 192 Surabaya tersebut.
Kehadiran Tokoh Lintas Sektoral di Simokerto
Sejumlah tokoh penting menghadiri kegiatan ini guna menyatukan visi keamanan wilayah secara bersama-sama. Adapun daftar tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain:
- KOMPOL Zainur Rofik, S.H (Kapolsek Simokerto)
- Iptu M. Zahari, S.Sos., M.H (Kanitreskrim Polsek Simojerto)
– M. Yasin (Sekretaris MWCNU Simokerto)
– Ust. Musa & Bpk. Hakim (PCM Muhammadiyah)
– Sdr. Caroko (Ketua PSHT)
– Sdr. Heri (Sekretaris Pagar Nusa)
– Bpk. Hanafi (Ketua GAPSI)
– Bpk. Sabullah & Bpk. Niman (Tokoh Masyarakat)
– Sdr. Mustakim (Ketua Bonek Disabilitas)
– Ust. Ismail (Tokoh Agama)
Himbauan Kapolsek Mengenai Ketertiban Aksi
Kapolsek Simokerto menekankan betapa pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan. Selain itu, ia mengingatkan agar para buruh menyampaikan aspirasi secara tertib dan tetap menghormati hak masyarakat lainnya.
Selanjutnya, Kapolsek juga mengajak warga untuk menjaga keamanan lingkungan masing-masing dengan penuh tanggung jawab. Langkah tersebut bertujuan agar suasana perkampungan tetap aman serta memberikan kenyamanan bagi seluruh warga.
Komitmen Muhammadiyah dan Tokoh Masyarakat
Perwakilan Muhammadiyah, Ust. Musa, menyampaikan harapan besar agar situasi Surabaya tetap kondusif tanpa adanya kerusuhan. Oleh sebab itu, ia menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mendukung penuh kinerja aparat kepolisian.
Dukungan serupa juga mengalir dari tokoh masyarakat yang menyatakan kesiapan mereka dalam mengawal keamanan wilayah. Mereka berjanji akan membantu petugas kepolisian, terutama untuk area di lingkungan Kecamatan Simokerto.
Peran Perangkat Kampung dan Organisasi Silat
Sementara itu, perwakilan ormas menyoroti bahwa perangkat kampung memiliki peran sangat vital dalam menjaga keamanan. Alhasil, tanggung jawab besar ini tidak akan bertumpu hanya pada pundak aparat kepolisian saja.
Kemudian, perwakilan PSHT dari unsur perguruan silat mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk merajut kerukunan kembali. Ia meminta warga agar selalu waspada dan tidak mudah terhasut oleh berbagai bentuk provokasi negatif.
Para peserta mengakhiri kegiatan ini dengan doa bersama serta sesi foto sebagai simbol komitmen menjaga kamtibmas. Namun, inti dari pertemuan ini adalah terciptanya ikatan emosional yang kuat antar elemen masyarakat Surabaya.
Melalui agenda ini, polisi berharap sinergi dengan warga semakin kuat sehingga potensi gangguan keamanan menghilang. Dengan demikian, wilayah Simokerto akan terus berada dalam keadaan yang aman serta tetap kondusif.
Samsul A.












