Sindoraya.com, Surabaya, – Keluarga besar Yudi Setiawan (43) kini merasakan duka yang sangat mendalam. Setelah berjuang selama 28 hari melawan luka bakar hebat, pria ini akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah saudaranya, Jalan Sencaki, Simokerto, pada Senin (27/04/2026) sore.
Kehilangan ini terasa sangat menyakitkan karena tragedi tersebut bermula dari niat baik menolong kerabat. Awalnya, kakak Yudi memintanya untuk memperbaiki tabung LPG yang mengeluarkan suara mendesis karena kebocoran gas.
Namun, asap putih langsung keluar dari dalam tabung tepat saat Yudi melepas regulator. Karena menduga tabung baru tersebut rusak, Yudi segera memanggil penjual gas untuk mengecek kondisi barang miliknya.
Detik-detik Ledakan Maut
Selanjutnya, anak penjual gas datang memeriksa kondisi tabung dan berjanji akan melaporkan masalah tersebut kepada ayahnya. Namun, sebelum hal itu terjadi, ledakan hebat seketika muncul saat Yudi mengangkat tabung untuk menunjukkan titik kebocoran.
Selain Yudi, insiden berdarah ini juga melukai sang keponakan yang bernama Kenzo Moreno Usu Baihaqi. Semburan api yang sangat panas melukai wajah serta hampir seluruh bagian tubuh bocah kecil tersebut.
Oleh karena itu, Kenzo masih harus menjalani perawatan intensif di RS Asrama Haji Surabaya dan baru saja menyelesaikan operasi ketiganya. Tim medis menegaskan bahwa langkah operasi ini bertujuan untuk mencegah infeksi serta memperbaiki jaringan kulit yang rusak.
Warga Curigai Gas Non-Standar
Di sisi lain, kejadian memilukan ini memicu kemarahan warga di lingkungan sekitar. Seorang tetangga mengisahkan bahwa ibu korban sempat berusaha menyelamatkan cucunya setelah mencium bau gas yang sangat menyengat.
Selain itu, muncul informasi bahwa korban membeli tabung LPG maut tersebut dari tetangga dengan harga sangat murah, yakni Rp18.000. Warga menduga kuat bahwa tabung tersebut bukan produk resmi, melainkan barang ilegal hasil penggelapan oknum pekerja.
“Sekarang tabung-tabung itu beredar luas, bahkan dijual oleh tengkulak. Sangat berbahaya karena sering ngowos atau bocor,” ujar salah satu warga dengan nada geram.
Desakan Penertiban Elpiji Ilegal
Meskipun demikian, pihak kepolisian belum mengambil langkah hukum karena keluarga masih fokus pada pemulihan korban yang selamat. Namun, kasus ini telah menarik perhatian publik yang menuntut aparat segera menindak tegas peredaran LPG ilegal yang membahayakan nyawa.
Kesimpulannya, tragedi yang menimpa Yudi dan Kenzo harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat. Jadi, jangan pernah tergiur harga murah saat membeli gas dari sumber tidak resmi demi menjaga keselamatan keluarga tercinta.
Tim/red












