Sindoraya.com, Surabaya, – Suasana berbeda menghiasi beberapa titik jalan di Surabaya pada Selasa malam (5/5/2026). Puluhan Bonek dan Bonita bersama Polrestabes Surabaya membagikan bunga kepada pengendara berpelat nomor N asal Malang Raya.
Aksi simpatik ini berlangsung di kawasan Jalan Darmo hingga Perempatan Polisi Istimewa. Oleh karena itu, para suporter Persebaya Surabaya terus menyebarkan pesan damai meskipun arus lalu lintas tetap ramai.
Para Bonek dan Bonita menghentikan pengendara secara sopan sebelum menyerahkan bunga tersebut. Selain itu, senyum dan jabat tangan hangat mewarnai seluruh rangkaian kegiatan di sepanjang jalan.
Respons Bijak Atas Insiden di Malang
Aksi damai ini hadir sebagai respons atas insiden perusakan mobil di Pantai Wediawu, Malang. Namun, peristiwa tersebut diduga melibatkan oknum suporter hingga menyebabkan enam orang mengalami luka-luka.
Meskipun ketegangan sempat mencuat, Bonek justru memilih untuk meredam situasi dengan cara positif. Mereka menyapa pengendara dan membagikan bunga sebagai simbol perdamaian abadi di Jawa Timur.
Melalui kegiatan ini, para suporter mengajak masyarakat agar tidak melakukan aksi balas dendam. Selanjutnya, mereka meminta publik menyerahkan seluruh penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
Polisi Pastikan Proses Hukum Berjalan
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menilai aksi ini efektif untuk menjaga situasi tetap kondusif. Hal tersebut bertujuan agar konflik serupa tidak meluas ke daerah lain.
“Hari ini kami memberikan bunga sebagai tanda persaudaraan bagi kendaraan berpelat N. Oleh karena itu, Surabaya dan Malang harus tetap aman karena kita adalah saudara,” ujar Luthfie.
Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian tetap menindak tegas segala bentuk kekerasan di Wediawu. Maka dari itu, kepolisian memastikan proses hukum terhadap para pelaku terus berjalan.
“Kejadian di Malang harus menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Namun, jangan sampai masalah ini memicu konflik baru sehingga semua pihak wajib menahan diri,” tegasnya.
Bunga Sebagai Simbol Persaudaraan
Momen menyentuh ini segera menarik perhatian warga yang melintas di lokasi kegiatan. Akibatnya, beberapa pengendara merasa terharu saat menerima bunga dari para Bonek dan Bonita.
Selain itu, banyak masyarakat mengabadikan momen damai tersebut melalui kamera telepon genggam mereka. Oleh sebab itu, setangkai bunga sukses menjadi simbol bahwa kedamaian lebih penting daripada rivalitas bola.
Pada akhirnya, aksi ini membuktikan bahwa persaingan sepak bola tidak harus berujung pada kekerasan. Melalui langkah sederhana ini, Bonek dan Bonita mengajak masyarakat untuk selalu menjaga persaudaraan di Jawa Timur.
Samsul A.












