Sindoraya.com, Surabaya – Informasi mengenai dugaan muatan mencurigakan pada sebuah truk berwarna kuning akhirnya mendapat penjelasan dari sopir. Ia menyampaikan klarifikasi melalui pernyataan tertulis yang disertai dokumentasi pendukung.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 14 Juni 2026 sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, petugas mengamankan kendaraan operasional JNT Delivery 004A rute Sumenep–Surabaya bernomor polisi M 8108 UN. Petugas mengambil langkah tersebut setelah muncul dugaan terkait muatan yang berada di dalam truk.
Menurut keterangan Muhammad Juari Anwar, petugas kemudian membawa truk itu ke Polsek Simokerto. Di lokasi tersebut, petugas melanjutkan pemeriksaan sesuai prosedur untuk memastikan isi muatan.
Selanjutnya, petugas memeriksa kendaraan dan seluruh barang yang ada di dalamnya. Berdasarkan penjelasan Muhammad Juari Anwar, petugas tidak menemukan barang yang sesuai dengan dugaan yang sebelumnya beredar.
Muhammad Juari Anwar menjelaskan bahwa petugas hanya menemukan kardus dan barang ekspedisi. Barang-barang itu merupakan muatan pengiriman yang dibawa kendaraan tersebut. Karena itu, petugas tidak menemukan barang lain yang sempat menimbulkan kecurigaan.
Selain menjelaskan hasil pemeriksaan, Muhammad Juari Anwar juga menegaskan bahwa dirinya tidak mengalami tekanan selama proses berlangsung. Ia mengaku tidak menerima permintaan apa pun dari pihak mana pun selama pemeriksaan berjalan.
Lebih lanjut, Muhammad Juari Anwar menyampaikan klarifikasi ini untuk meluruskan informasi yang berkembang. Dengan demikian, masyarakat tidak terburu-buru membentuk asumsi atau kesalahpahaman.
Di sisi lain, peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak. Setiap informasi yang muncul di ruang publik perlu melalui verifikasi dan pembuktian. Karena itu, aparat melakukan pemeriksaan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Hingga Muhammad Juari Anwar menyampaikan klarifikasi, petugas telah menyelesaikan seluruh rangkaian pemeriksaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa truk tersebut mengangkut kardus dan barang ekspedisi sesuai aktivitas pengiriman.
Catatan Redaksi: Redaksi menyusun berita ini berdasarkan keterangan, pernyataan klarifikasi, dan dokumentasi yang Muhammad Juari Anwar sampaikan. Redaksi juga membuka ruang hak jawab apabila pihak terkait ingin memberikan keterangan tambahan.
( Tim/red )










