Sindoraya.com, Surabaya – Persebaya Surabaya harus puas bermain imbang 2-2 melawan PSIS Semarang pada laga Persebaya 99 Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (19/7/2026). Meski sempat unggul dua gol, Bajul Ijo gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Sejak peluit awal berbunyi, Persebaya langsung mengambil inisiatif menyerang. Francisco Rivera dan Dicky Kurniawan beberapa kali mengancam gawang PSIS. Namun, kiper Rizky Darmawan tampil gemilang dan menggagalkan sejumlah peluang tuan rumah.
Selanjutnya, Persebaya memecah kebuntuan pada menit ke-35. Alex Martins mencetak gol melalui sundulan setelah memanfaatkan sepak pojok Francisco Rivera. Di sisi lain, PSIS sempat mengancam lewat peluang Dery Corfe, tetapi Persebaya tetap unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir.
Usai turun minum, Persebaya kembali tampil dominan. Yan Mabela menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-52. Bahkan, Ramadhan Sananta sempat mencetak gol ketiga, tetapi wasit membatalkan gol itu karena menilai Sananta lebih dulu berada dalam posisi offside.
Meski tertinggal dua gol, PSIS tidak menyerah. Lorensius Sabda memperkecil ketertinggalan pada menit ke-74. Setelah itu, ia kembali mencetak gol pada menit ke-84 sehingga kedudukan berubah menjadi 2-2.
Kedua tim gagal menambah gol hingga laga berakhir. Dengan hasil tersebut, Persebaya menjadikan pertandingan ini sebagai bahan evaluasi untuk mematangkan persiapan menghadapi kompetisi Liga 1 musim 2026/2027.
Menanggapi hasil tersebut, Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengaku belum puas meski tetap mengapresiasi permainan anak asuhnya. Menurutnya, sejumlah kesalahan membuat timnya gagal mengamankan kemenangan.
“Ada hal-hal yang saya sukai dari tim. Kami menciptakan banyak peluang, namun ada juga hal-hal yang tidak saya sukai, seperti kebobolan dua gol akibat beberapa kesalahan individu dan kolektif permainan yang seharusnya tidak kami lakukan,” ujar Tavares usai pertandingan.
Selain itu, pelatih asal Portugal tersebut menilai Persebaya masih perlu meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir. Ia meyakini timnya sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak lebih dari lima gol pada laga tersebut.
“Ini sangat penting bagi pemain yang tidak memegang bola untuk berlari dan memberikan lebih banyak solusi operan agar bola bisa dialirkan dengan cepat,” tutupnya.
Pada akhir keterangannya, Tavares juga mengapresiasi dukungan Bonek dan Bonita yang memadati Stadion Gelora Bung Tomo. Menurutnya, atmosfer yang Bonek dan Bonita ciptakan memberikan motivasi tambahan bagi Persebaya menjelang bergulirnya kompetisi Liga 1 musim 2026/2027.
Samsul A.












