Tabalong – Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian dan pengembangan budaya lokal, Komandan Kodim (Dandim) 1008/Tabalong Letkol Inf Alexander Allan Primadi, S.E., menghadiri kegiatan Festival Dayak Ma’anyan Desa Warukin yang mengusung tema “Arai Hewu Taun Jarau Pirarahan”, bertempat di Balai Adat Dayak Desa Warukin, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, Sabtu (22/08/2026).
Festival budaya tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Tabalong Ir. H. Muhammad Noor Rifani dan berlangsung meriah dengan antusiasme masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Beragam pertunjukan budaya ditampilkan, salah satunya tarian khas Dayak Ma’anyan yang menjadi bagian penting dalam memperkenalkan kekayaan adat dan budaya masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Tabalong, Ketua DPRD Kabupaten Tabalong, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tabalong, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Ketua Adat Dayak Ma’anyan, para camat, Kapolsek Tanta, tokoh adat, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Tabalong menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Dayak Ma’anyan Desa Warukin. Menurutnya, kegiatan budaya seperti ini memiliki nilai penting dalam menjaga warisan leluhur sekaligus dapat menjadi daya tarik wisata bagi masyarakat dari luar daerah.
Bupati berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan sehingga mampu memperkenalkan Kabupaten Tabalong kepada wisatawan, termasuk melalui kekayaan adat dan budaya yang dimiliki masyarakat Dayak Ma’anyan.
“Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan semakin berkembang, sehingga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Tabalong,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Dandim 1008/Tabalong Letkol Inf Alexander Allan Primadi, S.E., mengapresiasi pelaksanaan Festival Dayak Ma’anyan Desa Warukin. Ia menilai kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya nyata dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya daerah.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Festival Dayak Ma’anyan ini. Kegiatan seperti ini harus terus dilanjutkan dan dijaga, karena merupakan bagian dari kekayaan budaya yang menjadi identitas masyarakat,” ungkap Dandim.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab para tokoh adat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa.
“Yang tidak kalah penting, kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi penerus untuk mengenal, memahami dan mencintai adat serta budaya daerahnya. Dengan begitu, budaya Dayak Ma’anyan dapat terus diwariskan dan dikenal oleh masyarakat luas,” lanjutnya.
Dandim juga berharap Festival Dayak Ma’anyan dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai potensi budaya Kabupaten Tabalong kepada masyarakat luar daerah, sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Festival tersebut semakin semarak dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya khas Dayak Ma’anyan. Kehadiran masyarakat yang begitu antusias menunjukkan bahwa adat dan budaya lokal masih memiliki tempat yang kuat di tengah perkembangan zaman.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil peran dalam menjaga, melestarikan dan memperkenalkan budaya Dayak Ma’anyan kepada generasi berikutnya. Dengan demikian, warisan budaya leluhur tetap hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat Tabalong.(pendim1008tbg).












