Sindoraya.com, Surabaya – Kehadiran DRed FC sebagai klub peserta kompetisi kasta kedua yang bermarkas di Surabaya tidak mengubah loyalitas Bonek Mania. Bagi mereka, Persebaya Surabaya tetap menjadi klub yang didukung.
Penegasan itu disampaikan Husein Ghozali atau Cak Cong menyusul peluncuran DRed FC di Kota Pahlawan. Ia menilai kehadiran klub baru di Surabaya merupakan hal yang wajar selama tidak menggunakan nama dan identitas yang berkaitan dengan Persebaya.
“Yang pasti support-nya Persebaya saja. Kalau ada DRed di Surabaya, ya monggo saja,” kata Husein. Kamis, (10/9/2026).
Menurut Husein, Surabaya memiliki banyak talenta sepak bola sehingga kehadiran DRed FC dapat menjadi ruang bagi pemain potensial yang belum mendapat tempat di Persebaya. Ia mengingatkan bahwa Surabaya sebelumnya juga pernah memiliki sejumlah klub, di antaranya Niac Mitra, tanpa menimbulkan persoalan.
Ia menegaskan keberadaan DRed FC tidak bisa disamakan dengan dualisme Persebaya yang pernah terjadi. Menurutnya, persoalan saat itu muncul karena terdapat dua tim yang menggunakan nama dan identitas Persebaya.
“Kalau nama dan logonya sama, itu baru kita berteriak. Yang ini nama dan logo beda, karakter juga beda, saya kira monggo saja. Kalau memang hidup di Surabaya, kita berdampingan,” tegasnya.
Husein membedakan posisi Bonek sebagai kelompok suporter dengan warga Surabaya secara umum. Menurutnya, masyarakat bebas memilih klub yang ingin didukung, sedangkan Bonek tetap identik dengan Persebaya.
“Bonek itu pasti suporternya Persebaya, tapi warga Surabaya berhak memilih mendukung mana. Kalau Bonek pasti dukung Persebaya,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa menerima klub baru bukan berarti mengaburkan sejarah sepak bola Surabaya. Husein menilai persoalan akan berbeda jika ada pihak yang mengaku sebagai Persebaya atau menggunakan identitas klub tersebut.
“Kalau yang seperti dulu, dualisme, yang mengaku-ngaku Persebaya atau mengaku mempunyai Surabaya, itu enggak bisa. Kita punya sejarah panjang. Persebaya lahir pada 1927, bukan 2026,” tambahnya.
Husein menilai setiap klub berhak menentukan kota sebagai markas selama memenuhi ketentuan kompetisi sepak bola Indonesia. Menurutnya, bertambahnya klub justru dapat membuat persaingan sepak bola semakin ramai dan sehat.
“Ya, kita tetap dukung penuh, tetap Persebaya. Jadi makin ramai, persaingan juga makin sehat. Intinya biasa saja, sama seperti tim-tim lainnya, entah Liga 2 atau liga yang lain. Mereka hanya ber-homebase di Surabaya,” pungkasnya.
DRed FC sendiri dijadwalkan memulai kiprahnya di Championship 2026/2027 pada Sabtu (12/9/2026) dengan menjamu Tornado FC di Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya. Tim yang ditangani mantan pemain dan pelatih Timnas Indonesia, Aji Santoso, tersebut menyatakan siap bersaing pada kompetisi kasta kedua sepak bola nasional musim ini.
Bagi Bonek, kehadiran DRed FC tidak menjadi persoalan selama klub tersebut berdiri dengan nama, logo, dan karakter sendiri. Dukungan mereka terhadap Persebaya pun tetap tidak berubah.
Samsul A.












