Sindoraya.com, Badung, Bali – Sejumlah tokoh agama, adat, dan organisasi kemasyarakatan di Bali menggagas pembangunan fasilitas terpadu untuk pelaksanaan Panca Yadnya yang dilengkapi Krematorium Nusantara. Gagasan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Jeroan Jro Gede Widhi, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.
Rencana pembangunan fasilitas ini bertujuan mempermudah sekaligus meringankan beban umat Hindu dalam melaksanakan upacara keagamaan. Fasilitas terpadu tersebut dirancang untuk mendukung pelaksanaan Genah Yajna, Manusa Yadnya, hingga Pitra Yadnya.
Pertemuan itu dihadiri jajaran Sulinggih dari berbagai trah atau sarwa sadaka yang terdiri atas Peranda, Begawan, Empu, dan Dukuh. Sejumlah Pemangku atau Pandita, Welaka, serta tokoh masyarakat juga turut mengikuti rapat.
Rapat dipandu Jro Mangku Mas atau I Wayan Suadnyana, yang merupakan pengenter kegiatan di Kremasi Sunia Loka Tabanan. Turut hadir Ketua Pratisentana Bandesa Manik Mas (PBMM) Nusantara I Wayan Sunarya serta Petajuh Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali I Made Wena.
Keberadaan fasilitas terpadu tersebut diharapkan menjadi pilihan bagi masyarakat untuk melaksanakan berbagai rangkaian upacara keagamaan dengan lebih efisien dan terjangkau. Konsep pembangunan tetap diarahkan tanpa mengurangi peran Desa Adat maupun mengesampingkan tradisi leluhur.
Dalam pembahasan teknis, I Dewa Nyoman Anom, salah satu pendiri sekaligus pengurus tempat kremasi di Tabanan, membagikan pemahaman terkait pengelolaan fasilitas kremasi. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk mendampingi proses operasional pembangunan.
Sementara itu, dari sisi regulasi, Anggota DPRD Provinsi Bali Jro Made Sumiati menyambut baik inisiatif tersebut. Ia berkomitmen mengawal payung hukum pembangunan di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Rapat tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan. Jajaran Sulinggih atau sarwa sadaka yang hadir memberikan restu dan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan fasilitas terpadu itu.
Proses legalitas dan pendampingan teknis selanjutnya akan dikawal melalui sinergi antara DPRD Provinsi Bali, pengelola tempat kremasi berpengalaman dari Tabanan, serta Majelis Desa Adat (MDA) Bali.
Selain itu, fasilitas tersebut diharapkan dapat menyediakan sarana upakara yang lebih ekonomis dan efisien, termasuk melalui pelaksanaan secara massal atau bersama bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sebagai langkah awal, rapat menyepakati pembentukan panitia kecil atau tim kerja untuk menjalankan tahapan awal pembangunan dan melaporkan perkembangannya secara berkala.
Jro Made Sumiati menegaskan seluruh elemen diharapkan mendukung gagasan tersebut. Menurutnya, pembentukan panitia kecil menjadi langkah konkret untuk memulai pengerjaan operasional di lapangan, sedangkan berbagai kendala teknis akan diselesaikan secara bersama-sama demi kemaslahatan umat Hindu di Bali dan Nusantara.
Samsul A.












