Peristiwa

Belasan Warga Sidokapasan Surabaya Diduga Keracunan Massal Akibat Nasi Kotak Tahlil

×

Belasan Warga Sidokapasan Surabaya Diduga Keracunan Massal Akibat Nasi Kotak Tahlil

Sebarkan artikel ini
Petugas kepolisian dan personel BPBD Kota Surabaya berdiri di depan ambulans saat mengevakuasi beberapa warga Sidokapasan yang diduga mengalami keracunan massal usai mengkonsumsi nasi kotak tahlilan.
Foto : Petugas gabungan mengevakuasi warga Sidokapasan Surabaya yang diduga mengalami keracunan makanan, Sabtu (4/4/2026). Selain mendata korban, petugas juga menyiagakan ambulans di lokasi. (sindoraya.com)

Sindoraya.com, Surabaya, – Belasan warga Sidokapasan gang 10, Kecamatan Simokerto, Surabaya, mengalami gejala keracunan makanan. Peristiwa ini bermula setelah mereka mengikuti acara tahlil pada Selasa (31/03/2026). Selain itu, warga juga membawa pulang nasi kotak untuk keluarga mereka.

​Keesokan harinya, tepat pada Rabu (01/04/2026), masyarakat mulai mengeluhkan gangguan kesehatan. Mereka merasakan pusing, mual, dan sakit perut secara serentak. Oleh karena itu, kondisi warga melemas dengan gejala diare yang cukup parah.

Data Korban dan Kondisi Terkini

​Berdasarkan data lapangan, total korban dugaan keracunan mencapai sekitar 15 orang. Meskipun 11 warga sudah membaik, namun beberapa pasien masih memerlukan perawatan medis. Saat ini, mereka berada di RS Soewandi, RS PHC, dan RS Al-Irsyad Surabaya.

Baca Selengkapnya  Paman Aniaya Keponakan di Bangkalan, Satu Korban Tewas dan Satu Kritis

Samsuri, salah satu korban, menceritakan bahwa paket nasi tersebut berisi menu ayam dan sayur. Kemudian, ia menyantap hidangan itu bersama keluarganya di rumah. Namun, gejala sakit tersebut baru muncul pada keesokan paginya.

“Awalnya tidak langsung terasa. Besoknya baru pusing, mual, diare, bahkan badan terasa sakit semua,” ujar Samsuri mengenai kondisinya.

Langkah Penanganan Medis dan Evakuasi

​Menanggapi situasi darurat ini, BPBD Kota Surabaya segera melakukan tindakan cepat. Petugas Polsek Simokerto dan Dinas Kesehatan juga mendatangi lokasi. Selain mendata korban, mereka memberikan layanan pengobatan pertama bagi warga.

​Koordinator BPBD Kota Surabaya, Tito, menjelaskan bahwa warga mendatangi Puskesmas Pembantu (Pustu) Sidodadi. Selanjutnya, BPBD menyiagakan dua unit ambulans milik Pemerintah Kota Surabaya. Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi kondisi darurat yang lebih parah.

Baca Selengkapnya  Pastikan Kesehatan Hewan Qurban, Polres Madiun Kota Datangkan Dokter Hewan

​Tim medis segera memberikan pemeriksaan menyeluruh kepada seluruh warga terdampak. Akibatnya, sebagian korban boleh pulang untuk rawat jalan. Namun, sisanya harus menuju rumah sakit karena membutuhkan bantuan medis lebih lanjut.

​Tining, salah satu korban, sempat menjalani perawatan inap selama empat hari di RS Al-Irsyad. Namun, saat ini kondisinya berangsur membaik. Ia telah menerima penanganan medis yang sangat intensif dari pihak rumah sakit.

​Hingga saat ini, pihak berwenang masih mendalami penyebab pasti peristiwa tersebut. Oleh sebab itu, warga harus lebih berhati-hati saat memilih makanan. Masyarakat wajib segera menemui dokter jika merasakan mual, pusing, atau badan lemas.

 

Samsul A.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten dilindungi!!