Sindoraya.com, Badung – Gubernur Bali I Wayan Koster bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali Andi Wijaya Rivai meresmikan inovasi pemasyarakatan BINA PRIMA di Lapas Kelas IIA Kerobokan, Senin (17/8/2026). Peresmian tersebut berlangsung bersamaan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan penyerahan Remisi Umum Tahun 2026.
BINA PRIMA merupakan proyek perubahan yang digagas Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan, Tunggul Buono. Nama tersebut merujuk pada Strategi Pembinaan Warga Binaan Pasca Pelanggaran Tata Tertib pada Lapas/Rutan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali.
Peluncuran berlangsung mulai pukul 12.00 WITA. I Wayan Koster dan Andi Wijaya Rivai menekan tombol secara simbolis di hadapan tamu undangan dan warga binaan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan instansi dan Forkopimda. Di antaranya Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya dan Kepala Kanwil Kementerian Hukum Bali Eem Nurmanah.
Kapoksahli Pangdam IX/Udayana Brigjen TNI Ketut Merta Gunada hadir mewakili Pangdam IX/Udayana. Direktur Perawatan Tahanan dan Barang Bukti Polda Bali AKBP Ida Bagus Dedi Januarta juga hadir mewakili Kapolda Bali.
Selain itu, Panitera Pengadilan Tinggi Denpasar Dwi Kuncoro hadir mewakili Ketua PT Denpasar. Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Badung Putu Andy juga hadir mewakili Kepala Kejaksaan Tinggi Bali.
Kepala BNN Kabupaten Badung AKBP Dewa Ketut Darma Aryawan hadir mewakili Kepala BNNP Bali. Para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Bali turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Selanjutnya, BINA PRIMA hadir dengan moto “Dibina • Berubah • Bermartabat”. Inovasi ini mengubah pendekatan terhadap pelanggaran tata tertib, dari fokus pada sanksi disiplin menjadi pembinaan pasca pelanggaran yang terukur dan terarah.
Untuk menjalankan pendekatan tersebut, BINA PRIMA memadukan asesmen risiko dan kebutuhan perilaku dengan intervensi pembinaan kepribadian serta kemandirian. Program ini juga memperkuat peran Wali Pemasyarakatan dan kolaborasi lintas sektor.
Melalui pola pembinaan itu, BINA PRIMA diharapkan mampu menekan angka pelanggaran berulang (repeat offender). Program tersebut juga mendukung stabilitas keamanan dan ketertiban di Lapas Kerobokan sebagai pilot project.
Pada akhirnya, BINA PRIMA diharapkan mendukung implementasi Asta Cita Poin 7 Presiden Republik Indonesia di seluruh Lapas dan Rutan wilayah Bali.
Samsul A.












