Sindoraya.com, Badung – Pratisentana Bandesa Manik Mas (PBMM) Kabupaten Badung resmi mengawali kepengurusan periode 2026–2031 melalui prosesi Pajayan-jayan di Pura Petitenget, Kerobokan, Badung, Selasa (25/8/2026). Prosesi tersebut digelar setelah seluruh rangkaian Loka Sabha VI PBMM Badung tuntas.
Prosesi Pajayan-jayan sekaligus dirangkaikan dengan penutupan dan pembubaran Panitia Loka Sabha VI PBMM Badung. Upacara tersebut dipuput Ida Pandita Mpu Dharmika Sandhi Kertha Amertha saking Griya Amertha Anom Sari, Br. Ulun Uma Badung, Gulingan-Mengwi.
Upacara Me Jaya-Jaya dipandu langsung Ketua PBMM Badung, Jro Gede I Komang Widiarta, S.T. Ia kembali terpilih secara aklamasi untuk dua periode dalam Loka Sabha VI.
Selain prosesi Pajayan-jayan, kegiatan tersebut juga diisi ritual Penyepuhan bagi para Pemangku dan Pinandita yang sebelumnya telah melaksanakan pawintenan. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan penglukatan bersama semeton PBMM se-Kabupaten Badung yang hadir.
Penglukatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyucian diri sekaligus memantapkan ketulusan para semeton dalam menjalankan tugas ngayah di tengah umat.
Setelah rangkaian upacara selesai, kegiatan berlanjut pada seremoni pembubaran Panitia Loka Sabha VI. Ketua Panitia Loka Sabha VI PBMM Badung, I Made Sada, A.Md.Par., S.H., M.H. yang juga Anggota DPRD Badung, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan.
I Made Sada menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan Loka Sabha VI PBMM Badung. Agenda tersebut dihadiri langsung Gubernur Bali I Wayan Koster, Bupati Badung I Wayan Arnawa, serta Raja Mengwi XIII.
“Loka Sabha rasa Mahasabha,” ujarnya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama pelaksanaan acara.
Selanjutnya, Penglingsir PBMM Badung sekaligus Ketua PHDI Badung, Dr. Drs. Gede Adiptra, M.Ag., secara resmi membubarkan panitia. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kepengurusan PBMM Badung periode 2026–2031 telah resmi secara sekala lan niskala setelah prosesi Pajayan-jayan.
Dengan demikian, kepengurusan baru PBMM Badung siap melanjutkan program kerja organisasi untuk periode 2026–2031.
Apresiasi terhadap kepengurusan baru juga datang dari Sekretaris Umum PBMM Pusat, I Nyoman Astina, S.T., M.M., yang mewakili Ketua Umum PBMM Pusat. Ia mengapresiasi soliditas semeton PBMM Badung dan berharap kepengurusan tersebut dapat menjadi percontohan bagi PBMM di kabupaten/kota lain dalam menjalankan program organisasi.
Sementara itu, Ketua Sabha Pinandita Pusat, Jro Mangku I Nengah Sura Astika, menyambut baik kelancaran prosesi Pajayan-jayan. Ia berharap kegiatan kepemangkuan PBMM ke depan dapat memperluas kolaborasi dengan seluruh Pemangku dan Pinandita di Nusantara.
Di sela-sela penutupan, perwakilan Panitia Pembangunan Pura Dang Kahyangan Buk Jambe, I Nyoman Windya, menyampaikan permohonan dukungan dan donasi kepada seluruh semeton PBMM se-Kabupaten Badung. Dukungan tersebut diperlukan untuk membantu menuntaskan pembangunan pura yang sedang berlangsung.
Semeton PBMM diimbau menyisihkan sebagian rezeki sebagai punia atau memberikan dukungan melalui pembelian Kupon ACK yang telah diedarkan melalui kepengurusan PBMM Badung.
Menutup rangkaian kegiatan, Ketua PBMM Badung Jro Gede I Komang Widiarta, S.T., menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan seluruh pihak. Ia mengajak seluruh semeton memegang teguh semangat persatuan di bawah naungan PBMM Badung.
“Melalui slogan PBMM Badung ‘Saling Isi Saling Gisi’, mari kita benar-benar terapkan untuk ngeraketang (mempersatukan) seluruh semeton PBMM yang ada di Kabupaten Badung,” ujarnya.
Om Santih Santih Santih Om.
Samsul A








