Sindoraya.com, Surabaya – Dua siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum Surabaya meraih prestasi dalam Kejuaraan Pencak Silat IPSI Kota Surabaya 2026 bertajuk Surabaya Rising Champion. Muhammad Syauqi meraih juara pertama dengan medali emas, sedangkan Azzahra Qirania Nasyauqi meraih juara kedua dengan medali perak.
Kedua siswa tersebut mengharumkan nama MI Miftahul Ulum yang beralamat di Jalan Sidonipah VII/1-C, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya.
Muhammad Syauqi meraih juara pertama berkat penampilan yang menunjukkan kemampuan teknik, ketenangan, dan keberanian saat bertanding. Sementara itu, Azzahra Qirania Nasyauqi menempati posisi kedua setelah menunjukkan penampilan kompetitif dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi lawan-lawannya.
Kejuaraan tersebut mempertemukan pesilat muda dari berbagai sekolah dan madrasah. Ajang ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menguji kemampuan sekaligus mengasah kedisiplinan, ketangguhan fisik dan mental, serta sportivitas.
Kepala MI Miftahul Ulum, Usman, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas pencapaian kedua siswanya. Menurut dia, prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras siswa yang didukung latihan konsisten serta peran guru, pelatih, dan orang tua.
“Kami sangat bangga dan bersyukur atas prestasi luar biasa yang diraih oleh anak-anak kami di ajang Surabaya Rising Champion 2026 ini. Keberhasilan ini bukan sekadar tentang medali emas dan perak yang dikalungkan, melainkan bukti nyata bahwa dengan kedisiplinan, kerja keras, latihan yang konsisten, serta doa dan dukungan dari berbagai pihak, peserta didik madrasah mampu bersaing di level yang kompetitif dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ungkap Usman.
Ia menegaskan, MI Miftahul Ulum berkomitmen memberikan ruang dan kesempatan kepada seluruh siswa untuk mengembangkan bakat dan minat, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Menurut Usman, pendidikan di madrasah tidak hanya berfokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, kepercayaan diri, dan akhlak yang baik.
“Bagi kami, pendidikan di madrasah bukan hanya tentang mencetak generasi yang cerdas secara intelektual semata, tetapi juga membentuk karakter anak-anak yang tangguh, disiplin, percaya diri, berprestasi, dan memiliki akhlakul karimah. Kami ingin setiap anak menemukan potensi terbaiknya dan memiliki keberanian untuk menggapai cita-cita luhur mereka,” tambahnya.
Usman juga menyampaikan terima kasih kepada para pelatih, dewan guru, dan orang tua siswa yang telah memberikan pendampingan serta dukungan selama proses pembinaan.
Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani mengikuti berbagai kompetisi. Ia juga mengingatkan para siswa agar terus berlatih, tidak cepat berpuas diri, dan tetap rendah hati.
“Semoga keberhasilan ini menjadi awal yang baik untuk lahirnya prestasi-prestasi membanggakan berikutnya, sekaligus menjadi inspirasi bagi seluruh siswa-siswi MI Miftahul Ulum lainnya. Teruslah berlatih dengan giat, jangan pernah cepat puas, dan tetaplah rendah hati dalam setiap pencapaian. Ingatlah bahwa prestasi sejati adalah ketika kita mampu terus berkembang menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama,” pesannya.
Prestasi Muhammad Syauqi dan Azzahra Qirania Nasyauqi sejalan dengan visi MI Miftahul Ulum untuk membentuk generasi yang religius, berakhlakul karimah, beriman dan bertakwa, serta berprestasi. Melalui pengembangan diri dan kegiatan ekstrakurikuler, madrasah terus mendorong siswa mengembangkan kemampuan sekaligus memperkuat karakter.
Keberhasilan kedua siswa tersebut diharapkan dapat menginspirasi peserta didik lainnya untuk meraih prestasi di berbagai bidang dengan tetap menjunjung tinggi kedisiplinan, sportivitas, dan akhlak yang baik.
Samsul A.












