Pemasyarakatan

Galeri Produk Lapas Sidoarjo, Dorong Karya Warga Binaan ke Pasar Kreatif

×

Galeri Produk Lapas Sidoarjo, Dorong Karya Warga Binaan ke Pasar Kreatif

Sebarkan artikel ini

Sindoraya.com, Sidoarjo – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan dengan mengembangkan berbagai produk bernilai ekonomi. Melalui Unit Bimbingan Kerja (GIATJA), Lapas Sidoarjo memperkenalkan Galeri Produk sebagai etalase untuk memamerkan hasil karya warga binaan sekaligus menjembatani produk tersebut ke pasar masyarakat luas.

Produk yang ditampilkan cukup beragam, mulai dari sektor kuliner berupa sambal klothok, industri kreatif seperti kain batik dan kerajinan tas, hingga sektor agribisnis berupa telur ayam kampung dari peternakan ayam Elba yang dikelola secara mandiri di dalam area Lapas.

Galeri Produk tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer. Lapas Sidoarjo memproyeksikannya sebagai pusat inkubasi bisnis mini yang menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.

Melalui ekosistem itu, warga binaan ditempa untuk memahami proses produksi dan standar kualitas produk. Pembinaan tersebut diarahkan agar mereka memiliki keterampilan serta pengalaman yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat.

Pada sektor pangan dan agribisnis, peternakan ayam Elba di Lapas Sidoarjo telah berkontribusi dalam mendukung program ketahanan pangan internal dan lokal. Sementara pada sektor kriya, produksi batik dan tas terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan di bidang industri kreatif.

Kalapas Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo, menegaskan bahwa pembinaan di Lapas diarahkan pada keterampilan yang memiliki nilai produktif dan dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah menjalani masa pidana.

“Melalui GIATJA, kami membangun ekosistem di mana warga binaan bisa belajar, berkarya, sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi. Target utamanya adalah intervensi keterampilan. Kami ingin memastikan mereka memiliki modal keahlian nyata yang bisa langsung dimanfaatkan untuk mencari nafkah secara halal setelah bebas nanti,” ujar Disri.

Ke depan, Lapas Kelas IIA Sidoarjo akan mengarahkan pengembangan pada standardisasi kualitas produk, diversifikasi varian, serta perluasan jejaring pemasaran. Upaya tersebut ditujukan agar produk karya warga binaan dapat bersaing secara sehat di pasar domestik.

 

Samsul A.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten dilindungi!!