Sindoraya.com, Pasuruan – Polda Jawa Timur mempertemukan Bonek Mania dan Aremania dalam forum silaturahmi dan dialog di RM Sri Istana Ayam Goreng Pandaan, Pasuruan, Rabu (12/8/2026) malam. Pertemuan ini digelar setelah kerusuhan saat perayaan HUT Aremania di Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.
Sebanyak 25 perwakilan Bonek dan 30 perwakilan Aremania menghadiri forum tersebut. Melalui pertemuan ini, kedua kelompok suporter didorong mengakhiri konflik dan membangun komitmen bahwa rivalitas sepak bola hanya berlangsung di dalam lapangan.
Dirintelkam Polda Jatim, Kombes Pol Bondan Witjaksono, mengajak seluruh elemen suporter menggaungkan jargon “Jogo Jawa Timur”. Ia juga menekankan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif, terutama pada bulan kemerdekaan dan menjelang berbagai agenda besar di Jawa Timur.
“Kami mengingatkan besarnya pengaruh media sosial terhadap dinamika suporter saat ini. Informasi maupun provokasi dapat menyebar dengan sangat cepat. Oleh karena itu, tokoh dan komunitas suporter harus aktif mengingatkan anggotanya agar tidak mudah terpancing,” ujar Kombes Pol Bondan.
Kapolresta Malang, Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi Sukarno, menyampaikan pesan serupa. Ia menegaskan bahwa Bonek dan Aremania merupakan saudara sesama warga Jawa Timur serta meminta kedua pihak memutus rantai permusuhan agar dendam tidak diwariskan kepada generasi mendatang.
Sementara itu, Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, memberikan klarifikasi terkait insiden sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa kepolisian telah melakukan pengawalan ketat terhadap pergerakan rombongan suporter.
Meski demikian, gesekan di lapangan tetap terjadi hingga mengakibatkan satu unit kendaraan dinas kepolisian hangus terbakar. Terkait pelanggaran hukum, AKBP Harto menegaskan proses hukum terhadap individu yang terlibat tindakan kriminal tetap berjalan secara profesional.
Penegakan hukum tersebut menyasar oknum pelaku secara personal, bukan kelompok suporter secara keseluruhan. Langkah ini juga mendapat dukungan penuh dari perwakilan Aremania, Dedi Arisandi, untuk memberikan efek jera.
Dalam sesi dialog, tokoh Aremania dari Presidium Arema Bidang SDM, Tedi Kresna, menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan perdamaian antarsuporter. Ia berharap upaya tersebut dapat memperkuat hubungan kedua kelompok.
Harapan serupa disampaikan Tokoh Bonek Pandaan, Reza. Ia mengaku prihatin atas insiden Sukorejo dan berharap komunikasi antarakar rumput diperkuat untuk mencegah gesekan susulan.
Sebagai langkah antisipasi, Polda Jatim bersama Polres jajaran telah menyiapkan skema pengamanan ketat untuk kegiatan yang melibatkan massa suporter. Skema tersebut mencakup pengetatan jalur pergeseran dan pengawalan melekat.
Pertemuan ditutup dengan makan malam dan foto bersama. Momen tersebut menjadi simbol komitmen persaudaraan baru di luar stadion, dengan pesan bahwa rivalitas hanya berlangsung 90 menit di atas lapangan hijau.
Samsul A.












