Sindoraya.com, Pasuruan – Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono mengingatkan para santri dan pelajar agar menjauhi narkoba, kekerasan, perundungan, tawuran, hingga judi online. Pesan tersebut disampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di halaman Pondok Pesantren Putri Al-Berr, Dusun Melaten, Desa Pelintahan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (22/10/2026).
Dalam amanatnya, Irawan menekankan pentingnya kesadaran hukum di kalangan generasi muda. Ia mengajak para santri dan pelajar turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, lingkungan yang aman dan kondusif menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pendidikan serta pembentukan karakter generasi muda.
“Santri dan pelajar harus menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, taat hukum, serta ikut menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Irawan juga mengingatkan bahwa setiap tindakan yang melanggar hukum memiliki konsekuensi. Karena itu, para santri dan pelajar diminta menghindari perilaku negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Ia turut memaparkan data Polres Pasuruan mengenai sejumlah kasus yang melibatkan anak dan pelajar sepanjang 2026. Data tersebut mencatat empat kasus persetubuhan atau kekerasan seksual terhadap anak, tiga kasus penganiayaan atau kekerasan, satu kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta satu kasus kepemilikan senjata tajam.
Selain itu, sebanyak 11 pelajar teridentifikasi terlibat penyalahgunaan narkoba dan selanjutnya menjalani proses rehabilitasi.
Irawan juga mengimbau para santri dan pelajar agar bijak menggunakan media sosial. Ia meminta mereka tidak mudah terprovokasi berita bohong maupun ujaran kebencian serta mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Momentum ini menjadi pengingat atas peran historis santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan sekaligus mendorong generasi muda berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Upacara berlangsung pukul 06.30 hingga 07.55 WIB. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat utama Polres Pasuruan, unsur Muspika Kecamatan Pandaan, pengasuh Pondok Pesantren Al-Berr Abuya KH. Muhammad Izzuddin Muslich, perwakilan organisasi keagamaan, pengurus yayasan, serta para santri dan santriwati.
Rangkaian upacara meliputi pengibaran bendera Merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathon, pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, Resolusi Jihad dan Ikrar Santri, serta doa. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan donasi dan pementasan teater kolosal oleh Grup Teater Al-Berr.
Melalui peringatan ini, Polres Pasuruan berharap sinergi antara kepolisian, pesantren, tokoh agama, dan masyarakat semakin kuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mendukung pembentukan karakter generasi muda sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Pasuruan.
Samsul A.












