Nasional

Hari Santri Nasional 2026, KWI Ajak Santri Perkuat Persatuan dan Tangkal Hoaks

×

Hari Santri Nasional 2026, KWI Ajak Santri Perkuat Persatuan dan Tangkal Hoaks

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum KWI Umar Hayat dan Ketua KWI DPC Surabaya Samsul Arifin dalam poster Hari Santri Nasional 2026.
Foto : Umar Hayat dan Samsul Arifin menyampaikan pesan Hari Santri Nasional 2026 tentang persatuan dan penangkalan hoaks. (sindoraya.com)

Sindoraya.com, Surabaya – Ketua Umum Komunitas Wartawan Indonesia (KWI), Umar Hayat, mengajak para santri memperkuat persatuan bangsa dan menangkal berita bohong atau hoaks di tengah derasnya arus informasi digital. Ajakan tersebut disampaikan dalam momentum Hari Santri Nasional 2026 yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, Kamis (22/10/2026).

Umar menilai, santri memiliki peran penting dalam menjaga moral bangsa, menyebarkan nilai-nilai perdamaian, serta mencegah penyebaran informasi yang dapat memecah belah masyarakat.

“KWI mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2026. Kami berharap para santri terus menjadi penjaga moral dan persatuan bangsa, menyebarkan pesan perdamaian, serta berperan aktif menangkal hoaks yang dapat memecah belah masyarakat,” ujar Umar dalam keterangan tertulisnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara insan pers dan lingkungan pesantren. Menurut Umar, jurnalisme yang berintegritas dan dakwah yang menyejukkan dapat menjadi kekuatan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Ketua KWI DPC Surabaya sekaligus Pimpinan Redaksi Sindoraya.com, Samsul Arifin, menyoroti pentingnya penguasaan teknologi dan literasi digital bagi santri agar mampu mengikuti perkembangan zaman.

“Saya mewakili KWI DPC Surabaya dan keluarga besar Sindoraya.com mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2026. Saya berharap santri tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga menguasai teknologi dan literasi digital serta mampu menghasilkan konten positif dan edukatif bagi masyarakat,” ungkap Samsul Arifin di kantor redaksinya.

Samsul menilai, penguasaan teknologi dan literasi digital perlu berjalan beriringan dengan pendidikan agama. Bekal tersebut diharapkan membantu santri beradaptasi dengan perkembangan zaman sekaligus menghasilkan konten yang bermanfaat dan edukatif bagi masyarakat.

Melalui perpaduan akhlak, ilmu agama, dan kecakapan digital, santri diharapkan mampu berkontribusi dalam menjaga persatuan dan membangun bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

 

( Redaksi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten dilindungi!!